May Day di Purworejo: Kita Peringati dengan Senang-senang Saja Lah

PURWOREJO, Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2019 di Kabupaten Purworejo, Rabu (1/5), diwarnai dengan aksi turun ke jalan oleh ratusan pekerja buruh. Namun, aksi yang mereka lakukan bukanlah untuk demonstrasi atau unjuk rasa, melainkan jalan sehat mengitari kawasan kota di sekitar Alun-alun Purworejo dilanjutkan senam sehat milenial.

Kegiatan diikuti para pimpinan perusahaan, pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Purworejo, Apindo, dinas/instansi terkait, dan badan usaha. Peserta jalan sehat dilepas oleh Asisten Administrasi dan Kesra Purworejo, Sumharjono, S.Sos, MM, mewakili Bupati Agus Bastian, SE, MM dengan lokasi start dan finish di depan Pendopo Kabupaten Purworejo.

Rangkaian May Day juga diisi dengan sarasehan dengan narasumber dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Purworejo, Polres Purworejo, BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang di Pendopo Kabupaten.

“Kegiatan ini diikuti 500 pekerja dan pengurus serikat pekerja/serikat buruh dari 25 perusahaan di wilayah Kabupaten Purworejo,” kata Gathot Suprapto SH, Kepala Dinperinaker Purworejo selaku ketua panitia penyelenggara.

Ketua DPC KSPSI Kabupaten Purworejo, Teguh Supriyanto, menyatakan sejumlah kegiatan yang dikonsep juga menjadi gagasan bersama. Terkait aspirasi untuk peningkatan kesejahteraan buruh, akan disampaikan melalui Dinperinaker melalui rekomendasi resmi.

“Kita peringati May Day ini dengan bersenang-senang saja lah, yang penting tidak ada korban. Dikandung maksud ya untuk pekerja, pengusaha, maupun dinas bisa saling bersinergi,” sebutnya.

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SH SIK MM melalui Kabag Ops Kompol Setiyoko SH menyatakan apresiasinya terhadap SPSI dan kalangan buruh yang telah mengisi May Day dengan kegiatan positif dan menyenangkan. Menurutnya, kata May Day memang identik dengan pengerahan massa, demo, unjuk rasa. Bahkan, tidak jarang aksi demo yang mengatasnamakan buruh, tetapi berujung pada aksi anarkis sehingga jatuh korban pada pihak buruh.

“Hal-hal tersebut sudah tidak semestinya terjadi di era sekarang, karena pada dasarnya setiap permasalahan di internal perusahaan dapat diselesaikan dengan cara damai, musyawarah mufakat dengan melibatkan Bipartit maupun Tripartit,” ungkapnya. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *