Masuki Usia 42 Tahun, SMPN 10 Menuju Sekolah Terbaik, Unggul dan Berkarakter

GRABAG, Genap di usianya yang ke-42 tahun pada hari ini, Rabu (17/2), SMPN 10 Purworejo menggelar acara bakti sosial. Sebanyak 368 paket sembako masing-masing senilai Rp 70.000 dibagikan untuk warga setempat, siswa kurang mampu, serta warga terdampak banjir.

Acara baksos juga dirangkai dengan resepsi yang dihadiri oleh Ketua MKKKS Dr Nikmatur Rohmah, M.Pd, Ketua PGRI Irianto Gunawan, S.Pd, M.Pd, Kabid SMP Dikpora Widhi Dewanto, ST, MM, serta Camat Grabag Akhmad Zainudin, S.IP. Pembagian sembako dilakukan secara simbolis kepada masing-masing pihak yang berhak menerima.

Kepala SMPN 10 Purworejo Tuwuh Sutrisno, S.Pd, MM.Pd menyebutkan, ada dua kebanggaan dirinya saat ini. Pertama yakni ketika penggalangan dana untuk baksos.

“Dari guru dan karyawan berhasil terkumpul uang sebanyak Rp 12 juta serta beras yang diwujudkan dalam 368 paket sembako,” ucap Tuwuh.

Dari 368 paket sembako itu, 50 diantaranya dibagikan untuk warga sekitar sekolah, 150 untuk siswa yang tidak mampu. Lainnya, dibagikan kepada warga terdampak banjir di tiga desa di Kecamatan Grabag yakni Desa Trimulyo, Rowodadi dan Bendungan.

Adapun pendistribusiannya dibantu oleh polsek setempat. Selain berasal dari guru, sumbangan itu juga berasal dari alumni serta paguyuban komite yang peduli terhadap situasi saat ini.

Kebanggaan kedua, lanjut Tuwuh, berkaitan dengan prestasi akademik baik guru maupun siswa.

“SMPN 10 memiliki dua guru berprestasi yang menjadi guru inti yakni guru mapel Matematika dan Bahasa Inggris. Selain itu prestasi siswa yakni berhasil masuk 10 besar pada ajang KSN. Mapel IPS peringkat 9 dan mapel IPA peringkat 6 tingkat nasional,” ucapnya yang disambut aplaus hadirin.

Tuwuh menyebut, di SMPN 10 dirinya selama ini diminta untuk tidak usah ikut ke lapangan.

“Kalau saya punya ide atau gagasan, kok ya langsung dieksekusi oleh para guru. Saya hanya ditugasi mikir dan cari duit saja,” lanjut kepala sekolah dua periode itu disambut tawa hadirin.

Camat Grabag Akhmad Zainudin, S.IP mengapresiasi kegiatan  peringatan ulang tahun ke-42 SMPN 10 yang diwujudkan dalam kegiatan baksos. Menurutnya, kegiatan baksos relevan dengan kondisi saat ini, terutama di wilayah Grabag yang beberapa desanya terendam banjir.

 

Tuwuh Sutrisno, S.Pd, MM.Pd

Meski begitu Zainudin bersyukur warganya memiliki daya juang yang tinggi. Hal itu terlihat dari tidak adanya warga yang mengeluhkan kondisi tersebut di medsos.

Begitu pula dengan Kabid SMP Dinpora, Widhi Dewanto, MT yang mengapresiasi prestasi akademik siswa SMPN 10 Purworejo, termasuk kegiatan yang dilakukan saat ini. 

Usai acara, kepala sekolah didampingi Humas Amin Tauhid S.Pd mengungkapkan, sekolah yang terletak di Jalan Ketawang Km 6 Dukuh Dungus Kecamatan Grabag itu saat ini memiliki sarana prasarana yang lengkap.

“Kami memiliki tiga laboratorium komputer, laboratorium biologi dan fisika serta sarana olah raga yakni dua lapangan voli, lapangan basket dan lapangan badminton yang difungsikan juga sebagai aula,” kata Tuwuh.

Selain itu juga berbagai ekstra kulikuler bagi siswa yakni badminton, voli, takraw, tenis meja, dan pencak silat. Juga ekskul seni berupa seni tari klasik dan gagak anyar, drum band, hadroh, dan BTA. Dari kegiatan tersebut, beberapa diantaranya telah menjuarai berbagai kejuaraan, seperti pencak silat dan tenis meja.

Bagi Tuwuh yang merupakan kepala sekolah ke-9 di SMPN 10, kegiatan baksos yang diadakan tahun ini diharapkan dapat menambah rasa peduli warga sekolah terutama peserta didik terhadap sesama. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi penyemangat agar lebih berprestasi di masa mendatang

Tuwuh berkisah, sejak menjabat sebagai kepala SMPN 10 tahun 2017, ia memiliki program prioritas yakni meningkatkan prestasi akademik dan non akademik. 

Selain itu juga ia berusaha meningkatkan kinerja sekolah. Salah satunya pemasangan wifi di setiap sudut sekolah yang dananya berasal dari komite. Juga pemasangan CCTV di 24 titik sekolah.

Tak hanya itu. Bapak empat anak dan tiga cucu itu juga mengikutsertakan guru dalam kegiatan workshop maupun seminar. Ia juga mendorong guru untuk studi lanjut S2.  Tujuannya, untuk meningkatkan SDM guru. Saat ini ada empat guru SMPN 10 yang telah lulus studi S2.

Di awal kepemimpinannya di tahun 2017, Tuwuh mewajibkan semua guru punya laptop dan harus paham IT. Bagi yang tidak mampu, dirinya memberikan fasilitas kredit. Jadi di masa sekolah online seperti sekarang ini sekolah tidak mengalami kendala baik sarana maupun SDM.

Untuk siswa yang tidak mampu, Tuwuh menggagasnya dengan membelikan HP yang digunakan untuk mengakses pelajaran yang diberikan selama proses belajar secara daring. Selain itu, beberapa waktu lalu sekolah juga memberikan sembilan kaca mata gratis bagi siswa yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Widhi Dewanto

Dari 749 siswa, Tuwuh juga memberikan bantuan alat tulis untuk siswa kelas 8 dan 9. Sekolah juga menetapkan sistem anak asuh,  yakni guru mengasuh siswa yang tidak mampu. Saat ini, kata Tuwuh, ada empat siswa yang menjadi anak asuh diantara 41 guru di sekolah yang semula bernama SMPN 2 Grabag itu.

Untuk meningkatkan silaturahmi dengan guru dan karyawan,Tuwuh  menggagas kegiatan arisan tiga bulan sekali. Semua anggota keluarga diajak untuk mempererat silaturahim serta persuadaraan. Bahkan sampai 17 mobil saat acara diadakan dari rumah ke rumah secara bergilir. Selain arisan juga disediakan door price untuk anak-anak.

Tuwuh yang sudah malang melintang baik sebagai guru maupun kepala di  beberapa sekolah menyimpan keinginan. Ia ingin agar SMPN 10 menjadi sekolah terbaik di Kecamatan Grabag dan sekitarnya.

Hal itu mengingat muridnya selain dari Kecamatan Grabag, juga berasal dari wilayah Ngombol, Bayan, dan Kutoarjo. Di Grabag sendiri, saat ini ada empat SMP negeri dan dua SMP swasta.

“Saya ingin SMPN 10 menjadi sekolah pilihan pertama. Sekolah kami unggul tidak hanya berkarakter tetapi juga berbudaya. Buktinya, SMPN 10 mewakili Polsek Grabag ditunjuk sebagai sekolah Siaga Candi tahun 2021,”pungkasnya. (Dia)

 612 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *