Masih Ada 562 Warga Tinggal di Pengungsian, Kebutuhan Makanan Dilaporkan Cukup

BAGELEN, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH mengunjungi lokasi bencana banjir di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Selasa (19/3). Salah satu yang dikunjungi yaitu posko dapur umum PMI Purworejo yang dipusatkan di komplek Masjid Al Mustakim.

Selain itu Wabup juga mengunjungi Desa Kalaban, Kecamatan Ngombol.
Dalam kunjungannya Wabup Yuli Hastuti mengingatkan, penyaluran bantuan supaya dikoordinasikan dengan pihak terkait, sehingga bantuan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.

Terutama penyaluran logistik makanan, semua pengungsi harus mendapatkan makan yang disediakan dapur umum dari BPBD dengan Dinsosdukkbpppa, dan dari PMI Kabupaten Purworejo.

“Selain itu pakaian, selimut, dan obat-obatan, juga agar diprioritaskan. Kami akan terus memantau hingga paska bencana, agar semua warga yang terkena banjir dapat tertangani dengan tuntas,” tuturnya.

Wakil Bupati didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Drs Sutrsino, MSi, pengurus PMI yang juga Kabag Perekonomian Setda Drs Bambang Susilo, Camat Bagelen Bambang S Budoto, S.Sos, Camat Ngombol Rita Purnama, SSTP, dan Sekcam Ngombol Eko Setyo Hudoyo, SSTP.

Dalam kunjungan itu Wabup sesekali berdialog dengan warga korban bencana banjir.

“Ternyata memang ada balita dan beberapa lansia yang membutuhkan pakaian untuk ganti. Maka saya segera minta kepada pengurus PMI untuk menyediakannya. Tentu gerakan cepat seperti ini yang harus dilaksanakan, jangan sampai mereka terlantar,” harapnya.

Sementara Sutrisno mengatakan, jumlah pengungsi saat ini sekitar 562 orang. Ini sudah berkurang dibanding kemarin yang masih mencapai 1.500 orang, dan sebelumnya 2.000 orang. Untuk dapur umum ada di dua titik yakni di Desa Bapangsari dan Desa Dadirejo Bagelen.

“Namun mulai nanti sore dapur umum akan dipusatkan di satu titik yakni di Desa Bapangsari, yang akan menyuplai 6 desa. Antara lain untuk Bapangsari sendiri sebanyak 350 orang, Dadirejo 250 orang, Jogresan 100 orang, Kebonsari 100 orang, Karagsari 50 orang,”jelasnya.

Jumlah seluruhnya sekitar 850 orang, terdiri atas warga yang mengungsi dan yang sudah kembali ke rumahnya namun belum bisa beraktifitas. Sehingga masih dibantu untuk pengiriman makanan.

Camat Bagelen Bambang Budoto mengatakan, semua warga yang terkena bencana banjir sudah mendapatkan bantuan. Termasuk keberadaan dapur umum sangat mencukupi kebutuhan makan sehingga tidak ada yang kelaparan.

“Kami juga mengeduksi masyarakat untuk niteni, jika terjadi cuaca ekstrim disertai hujan yang lama maka agar segera meninggalkan rumah dengan mencari tempat aman. Mengingat daerah sini sering terjadi banjir. Selain mengedukasi masyarakat, kami juga sudah mengusulkan agar dilakukan normalisasi sungai karena sudah terjadi pendangkalan. Mudah-mudah dapt terealisasi,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Komentar