Manfaatkan Limbah Jelantah, Anggota PKK Kelurahan Pangenjurutengah Bikin Lilin dan Sabun

PURWOREJO,  Sebagai upaya memanfaatkan limbah termasuk jelantah atau minyak goreng bekas pakai, anggota PKK Kelurahan Pangenjurutengah Purworejo mempraktekkan membuat sabun cuci beraneka aroma. Pelatihan dilakukan di balai Kantor kelurahan, Kamis (22/9), diikuti 60 peserta berasal dari pengurus RT dan RW di kelurahan tersebut.

Para peserta antusias mengikuti praktek pembuatan sabun dengan dipandu oleh Atminingsih yang telah berpengalaman mengolah limbah sampah. Banyak peserta yang kemudian berencana membuat sendiri dengan memanfaatkan jelantah yang selama ini hanya dibuang.

Seperti disampaikan oleh salah satu peserta, Rustikadari (52) warga RW 4. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat, karena dapat menambah wawasan dan juga mudah dipraktekkan.

Kegiatan pemberdayaan pelatihan daur ulang sampah limbah rumah tangga tersebut digagas oleh Seksi Pemberdayaan PKK Kelurahan Pangenjurutengah. Selain dihadiri ketua TP PKK Kelurahan Pangenjurutengah Sri Sugiyanti, Lurah Widodo juga turut hadir serta memberikan dukungan.

Lurah Pangenjurutengah Widodo, ajak ibu-ibu PKK pilah pilih sampah

Widodo menjelaskan, permasalahan sampah seperti kardus snack dan botol air mineral yang diperoleh peserta hari ini, bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan. “Tapi kalau dipilah dan dipilih akan punya nilai ekonomi,” ucapnya.

Widodo juga berharap agar ibu-ibu pengurus PKK dapat menggerakkan bank sampah di lingkungannya masing-masing. Hal itu bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

Terkait dengan pengolahan sampah, Widodo menyampaikan bahwa pada tahun 2023 mendatang Kelurahan Pangenjurutengah akan memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R).

“Lokasinya di dekat Makam Siligundi, sudah disurvei dan dinyatakan memenuhi syarat,” kata Widodo. Adapun dananya berasal dari bantuan provinsi senilai Rp 500 juta.

Di Kelurahan Pangenjurutengah, kata Widodo, RW 4 dan 5 masuk dalam kategori kawasan kumuh seperti yang disebutkan dalam SK Bupati Purworejo. Dirinya berpesan agar kelak
TPST3R tersebut dapat dikelola secara maksimal.

Peserta mendapat pemaparan materi dari ketua TPST3R Vabrian Mahendra

Selain diajari cara membuat sabun dari jelantah, peserta juga diedukasi oleh ketua TPST3R Trirejo Loano yang juga menjadi tim teknis bidang LH Kabupaten Purworejo, Vabrian Mahendra.

Dirinya menghimbau kepada peserta agar tidak menggunakan botol air minum kemasan untuk diisi kembali dengan air mineral. Termasuk tidak menggunakan styrofoam untuk wadah makanan karena bukan untuk dipakai ulang.

Terkait akan adanya tempat pengolahan sampah baru di wilayah Pangenjurutengah, Vabrian menyatakan bahwa TPST3R bukanlah sebagai tempat pembuangan sampah semata.

“Karena nantinya akan dikelola oleh petugas dan dipilah, berikut ada alat untuk pengelolaan sampah. Jadi bukan semata tempat pembuangan sampah,” tegasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar