Menteri PAN-RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Purworejo Malam Hari

PURWOREJO, Baru pertama kali seorang menteri menandatangani prasasti di Purworejo pada malam hari. Yakni saat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas datang ke Purworejo pada Kamis (6/10) malam. Sedianya menteri akan melakukan penandatanganan prasasti Mal Pelayanan Publik (MPP) pada hari ini, Jumat (7)10). Namun karena ada panggilan mendadak dari Presiden untuk hadir pada pagi hari ini, maka kehadirannya diwakili oleh Deputi Pelayanan Publik Dyah Natalisa.

Meski demikian, Azwar Anas sempat memberikan komentarnya usai menandatangani prasasti MPP Kabupaten Purworejo yang dihadiri oleh Bupati Agus Bastian dan Kepala Dinas PMPTSP Agung Wibowo pada Kamis malam. Diketahui, MPP Purworejo merupakan yang ke-4 di Jawa Tengah dan ke-71 di Indonesia.

Selain mengapresiasi ide bupati membangun MPP di Purworejo, Menteri PAN-RB yang datang bersama mantan SekMen PAN-RB Wahyu Dwi Atmaji itu juga memuji adanya pelayanan yang terintegrasi di tengah lahan yang tidak terlalu besar.

“Pemilihan warna yang menarik dan ruangan yang minimalis tapi sangat oke. Tidak banyak kabupaten yang punya MPP, ” puji menteri. Meski begitu dirinya mendorong pelayanan masyarakat yang tidak lagi secara fisik, melainkan paperless.

Deputi Layanan Publik Dyah Natalisa saat meninjau MPP

“Saya mendorong adanya inovasi dan replikasi. Dalam hal replikasi tinggal melihat bagaimana Purworejo membangun MPP ini,” ucap Azwar Anaz yang ditujukan bagi kepala daerah lain yang belum memiliki MPP.

Tanggapan positif lainnya juga disampaikan oleh Deputi Pelayanan Publik Dyah Natalisa. Usai meninjau MPP, dirinya mengapresiasi MPP yang terintegrasi dari 30 instansi dengan 39 layanan. “Selama ini kan baru parsial dan ini paling banyak,” katanya.

Disebutkannya, MPP punya dua tujuan utama yakni untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dengan pelayanan dengan sistem one stop area, serta mendukung indeks kemudahan berbisnis (EoDB) Indonesia yang makin kompetitif di mata dunia.

Selain mengapresiasi komitmen bupati bersama DPRD, Dyah juga menekankan bahwa keberadaan MPP adalah untuk memuaskan dan membuat masyarakat bahagia. “Yang paling jujur menilai adalah masyarakat sehingga diharapkan dapat dirasakan manfaatnya bagi mereka,” ucapnya.

Di sisi lain bupati menyampaikan, bahwa MPP Purworejo dibangun dengan dana senilai Rp 16, 8 miliar. Sehari rata-rata dikunjungi hingga 400 orang. Meski begitu pihaknya masih akan meningkatkan layanan termasuk parkir.

Mal Pelayanan Publik Purworejo

Bupati mengucapkan terima kasih kepada Menteri PAN-RB yang telah meresmikan MPP. “Baru sekali ini terjadi penandatanganan prasasti dilakukan malam hari,” ucapnya. Selain Sekda dan pimpinan OPD, camat dan lurah juga hadir dalam acara tersebut.

Kepada Deputi Pelayanan Publik dan Sekda Provinsi Jateng Sumarno yang hadir pada acara peresmian, Bupati Agus Bastian menyampaikan bahwa sebelumnya Purworejo juga telah meresmikan call center 112 untuk layanan darurat serta aplikasi Larisi Purworejo untuk transaksi digital berbagai produk di Purworejo. Bupati pun menyatakan bahwa MPP digital pun akan terus ditingkatkan di Purworejo.

Adapun Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno
menegaskan bahwa MPP merupakan upaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Untuk itu yang terpenting adalah SDM-nya yakni ASN karena tugasnya melayani.

“ASN merupakan pelayan masyarakat dan harus siap mendedikasikan jadi pelayan.
Gaji dan tunjangan dijadikan sebagai kompensasi untuk melayani masyarakat. Itu tanggung jawab para ASN,” pesannya. (Nas)

Tinggalkan Komentar