Mahasiswa UNS Berikan Sosialisasi  Digital Marketing kepada Pelaku UMKM Konveksi Seragam Sekolah

PURWOREJO, Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama hampir 2 tahun sejak Maret 2020 lalu. Dampaknya hampir dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam rangka menuntaskan angka positif Covid-19 dan menekan penyebaran virus yang kini telah berkembang menjadi beberapa varian. 

Kebijakan utama yang diambil pemerintah berfokus pada pengurangan interaksi secara fisik dalam berbagai aktivitas kehidupan, sehingga peluang penyebaran bisa dikendalikan. Mulai dari work from home bagi para pekerja di sektor esensial, hingga learn from home bagi anak-anak sekolah turut menjadi perhatian pemerintah. 

Kebijakan untuk menggeser budaya tatap muka secara langsung menjadi serba online atau virtual juga menimbulkan pengaruh tersendiri, khusunya bagi para pelaku UMKM yang skala usahanya masih bersifat rumahan, sehingga sangat sulit untuk mereka bertahan dalam situasi yang demikian. 

Hal tersebut dikarenakan adanya kendala persaingan yang muncul dari mereka yang sudah mengadopsi teknologi digital terutama dalam marketing atau pemasaran. Pasar saat ini diibaratkan hanya dimiliki oleh mereka yang kreatif, inovatif, dan mampu melihat peluang terutama untuk terus eksis. 

Hal tersebut juga salah satunya dialami oleh UMKM bidang konveksi seragam sekolah skala rumahan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo yang masih memproduksi secara konvensional, termasuk metode pemasaran yang digunakan.

Sosialisasi kepada para pelaku UMKM konveksi seragam sekolah

Faktor usia dan keterbatasan dalam mengenal teknologi juga memengaruhi cara merena memasarkan produknya. 
Hal tersebut kemudian menarik perhatian kelompok KKN 95 untuk melakukan survey dan wawancara secara langsung. 

“Saat pandemi seperti ini ya jujur saja, sangat sepi Mbak, karena anak-anak SD saja sekolahnya di rumah terus. Sedangkan kami ya biasanya dapat orderan banyak ketika mereka sekolah seperti biasanya,” ungkap Rachmat Mukhotib, salah satu pelaku UMKM yang hanya memproduksi seragam atasan. 

Dari hasil survey dan wawancara tersebut dapat diketahui bahwa terjadi penurunan produksi secara signifikan yang disebabkan jumlah permintaan seragam yang juga menurun drastis sejak program learning from home ditetapkan. Penurunan itu menyebabkan berkurangnya pendapatan.

Wilayah RW IV sebagai sentra sekitar 5 UMKM seragam konveksi yang rata-rata memproduksi seragam SD menggunakan metode pemasaran konvensional yang berbeda-beda. Ada yang langsung datang membeli atau memesan ke rumah, maupun disupply ke beberapa toko mitra. 

Namun, sama saja cara tersebut tidak terlalu berpengaruh besar dalam meningkatkan penjualan.

Contoh seragam sekolah produksi UMKM di Sidomulyo

Berangkat dari hal tersebut, Kelompok 95 KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) yang terdiri dari 10 anggota (Naufal Akbar Gifary, Karenina Billy Nikensari, Toifsa Rosita Dewi, Rahmah Karuniawati, Zulfa Sholihati Hasanah, Luthfiyah Nanda Bertha, Kurniawan Ardiansyah, Geral Maulana Arsyad, Ardhanica Mauliana, dan Muhammad Farid) dibawah bimbingan Dr. Suminah, M.Si sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) memiliki inisiatif untuk membantu para pelaku UMKM tersebut mengembangkan bisnis rumahannya melalui digital marketing.

Hal tersebut dikarenakan, melalui digital marketing akan memungkinkan produk dikenal sampai ke luar Purworejo, sehingga pangsa pasar semakin bertambah. Adanya digital marketing diharapkan juga akan menekan biaya transpor maupun risiko rugi karena timbunan stok produk yang lama tidak terjual.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui program Sosialisasi Digital Marketing bagi UMKM Jasa Konveksi Seragam Sekolah yang diselenggarakan pada Selasa, 24 Agustus 2021 lalu yang bertempat di salah satu rumah warga. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh empat pelaku UMKM yang dimulai dengan pengenalan digital marketing, peluang dan kelebihan, serta cara pemasaran produk melalui platform Shopee yang meliputi langkah-langkah membuka toko dan akun. Selanjutnya, mereka juga diajari cara mengambil gambar produk yang benar, sehingga akan menarik para calon konsumen.

“Semoga dengan adanya program tersebut bisa bermanfaat, sekaligus meningkatkan pengetahuan maupun kesejahteraan UMKM di daerah ini,” ucap Setyono Hadi, Kepala Desa Sidomulyo. 

Selanjutnya, “Program tersebut disambut dengan sangat baik dan antusias, sehingga diharapkan secara langsung atau tidak akan bermanfaat dalam meningkatkan penjualan produk UMKM tersebut,” kata Naufal, Koordinator Kelompok 95 KKN UNS. (***)

 461 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *