Mahasiswa FH UNS Terapkan Teknologi Urban Farming Ramah Lingkungan di Panti Asuhan Danukusumo Purworejo

PURWOREJO, Pandemi Covid-19 telah menjadi peristiwa luar biasa yang mengubah seluruh tatanan kehidupan dan telah meluas menjadi krisis pangan dalam skala global. Dalam situasi ini, ketahanan pangan lokal memerlukan perhatian penting karena merupakan landasan bagi ketahanan pangan masyarakat.

Kerawanan pangan di perkotaan umumnya disebabkan karena masalah ketersediaan pangan dan ketidakmampuan rumah tangga miskin di perkotaan untuk mengakses pangan yang aman, berkualitas dalam jumlah yang cukup. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, penguatan strategi ketahanan pangan dapat dimulai dari skala kecil atau skala rumah tangga.

Salah satu solusi yang dapat dicanangkan yaitu pemanfaatan teknologi urban farming.
Yakni strategi pemanfaatan lahan di area perkotaan yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat, menghadapi krisis ketahanan pangan, serta mengurangi ketergantungan pasar.

Melalui program berjudul “Adopsi Teknologi Urban Farming dengan Akuaponik Sistem Rakit Apung Ramah Lingkungan sebagai Strategi Pemberdayaan Anak Asuh Panti Danukusumo Purworejo”, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) berupaya  menghadirkan ketahanan pangan di era pandemi Covid-19 dalam skala rumah tangga.

Kelima mahasiswa FH UNS tersebut yakni Hanif Alwan Mumtaz, Khafid Alfian Rosyadi, Mia Silviana, Cut Dede Diah Rosyidah, dan Haani Aulia Sabina. Menurut ketua tim, Hanif, pembuatan Akuaponik (Akuakultur dan Hidroponik) merupakan sebuah solusi permasalahan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 sekaligus pemberdayaan anak asuh PAYM Danukusumo Purworejo.

“Pembuatan sistem akuaponik dengan rakit apung ramah lingkungan bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang terbatas di daerah perkotaan serta mengurangi limbah botol plastik,” jelas Hanif. Disebutkan, akuaponik sistem rakit apung adalah perpaduan antara akuakultur dan hidroponik.

Akuakultur maksudnya memelihara ikan sedangkan hidroponik adalah menanam tumbuhan dengan media tumbuh berupa air. Rakit apung merupakan sistem yang dipilih karena dapat memanfaatkan limbah botol plastik sebagai wadah untuk menanam.

Para mahasiswa FH UNS membuat aquaponik

Pemanfaatan Rintisan Bank Sampah
Program bertajuk Danukusumo Aquaponik House dihadirkan untuk menciptakan unit bisnis sebagai sumber pemasukan dan mewujudkan income generating bagi PAYM Danukusumo.

“Selain itu, program ini dapat memberdayakan anak asuh dengan memberikan bekal bisnis kreatif inovatif dalam budidaya ikan dan tanaman pada daerah perkotaan dengan keterbatasan lahan,” imbuh Hanif.

Pembimbing tim Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si. mengakui, akuaponik dengan sistem rakit apung sekaligus dapat memanfaatkan limbah botol plastik dari rintisan bank sampah yang dimiliki panti. Pembuatan rakit apung dapat menambah keterampilan dan kreativitas anak asuh.

Hanif kembali menjelaskan bahwa pembuatan rakit apung tersebut bisa dikreasikan sesuai dengan keinginan anak asuh. Jadi bentuknya tidak monoton. Media pembuatannya juga bisa disesuaikan dengan yang tersedia. Karena di panti ada rintisan bank sampah, jadi banyak botol yang bisa digunakan untuk membuat rakit apung.

Agar dapat memberikan pengembangan berkelanjutan apabila pelaksanaan program telah selesai, Tim PKM-PM menggandeng dua partner ahli akuaponik dari Purworejo. Keduanya yakni Iim Garden milik Iwan Sulistyo dari Desa Rejosari Kemiri dan Han’s Green milik Dwi Hantoro Adhi dari Desa Jenar Wetan Purwodadi.

Kedua partner membantu Tim PKM-PM  melaksanakan program, diantaranya  membantu pembuatan instalasi akuaponik, memberikan arahan dan nasihat dalam melakukan budidaya, serta rencana kerjasama dalam membantu pemasaran.

Selain sebagai ajang promosi, kedua partner merasa senang ikut serta mengabdikan diri dalam kegiatan sosial dengan membagikan ilmu yang mereka miliki. Menurut Iwan Sulistyo, di masa sekarang persaingan pada dunia kerja tidak bisa hanya mengandalkan ijazah saja. Jadi, keterampilan yang dapat menghasilkan sangat diperlukan.

Tim PKM-PM menggandeng dua partner ahli akuaponik dari Purworejo

Semua kegiatan dilakukan dengan prokes ketat sesuai aturan di masa pandemi. Kegiatan yang dilakukan pun  mengkombinasikan antara sistem daring dan luring serta memanfaatkan fasilitas digital untuk mensukseskan setiap program.

Tim juga mengajarkan pembukuan sederhana dan pemasaran digital melalui penyuluhan kepada 15 anak panti dan tiga pengurus panti.  “Pematerinya yakni Paramaputra Wisnu Mahastian, alumni mahasiswa Agribisnis UNS sekaligus penggiat akuaponik. Juga Mia Silviana, mahasiswa Ekonomi Pembangunan UNS sekaligus anggota Tim PKM-PM,” ucap Hanif.

Ahmat Jainudin SIP., M.M, Kepala Panti mengucapkan rasa terima kasih kepada Tim PKM-PM yang telah memilih PAYM Danukusumo sebagai mitra. Menurutnya kegiatan yang dikakukan tidak hanya menambah wawasan mitra secara teori.

Kaprodi S1 Ilmu Hukum UNS Dr. Muhammad Rustamaji, S.H., M.H. yang turut dalam acara penyuluhan mengungkapkan, pelaksanaan PKM-PM idak hanya sebagai ajang lomba, tetapi sebagai wujud kontribusi nyata mahasiswa untuk masyarakat.

Melalui program tersebut diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anak asuh PAYM Danukusumo Purworejo. Hal itu sesuai dengan harapan pengurus Panti melalui program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti). (*/Adv)

 350 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *