MA An Nawawi Gelar Workshop Pengembangan dan Penyusunan KTSP Terintegrasi

PURWOREJO, Madrasah Aliyah An-Nawawi Berjan Purworejo menggelar Workshop Pengembangan dan Penyususnan KTSP Terintegrasi dengan Pesantren Tahun 2019-2020. Kegiatan meliputi Mapping kurikulum nasional dan terintegrasi pesantren, kurikulum terpadu (kepesantrenan), rancangan program pembelajaran, inovasi kurikulum dan rencana strategi pengembangan kurikulum, dan implementasi K13 tentang kegiatan pembelajaran.

Workshop berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (17-18 Juni 2019) di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An Nawawi Berjan Purworejo diikuti seluruh guru MA An Nawawi dan sebagian ustaz ustazah pondok pesantren An Nawawi.

Sebagai narasumber, Dr H Maksudin, M.Ag (Direktur TSD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Dr Imam Machali (dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), KR Muhammad Maulana Alwi, SH, H. Sutarja, M.Ag, M.Pd (Korwas Kemenag Purworejo), dan Sri Sujarotun, M.Pd (Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo).

Kepala MA An Nawawi, Sahlan S.Ag, M.Si didampingi Ketua Panitia Eko Wahyuningsih, SS menjelaskan, tujuan workshop agar tersedianya dokumen kurikulum KTSP MA An Nawawi Tahun 2019/2020 yang sejalan dengan jargon Madrasah Berbasis Pondok Pesantren, tersedianya buku-buku catatan slill santri siswa sebagai ciri profil output MA Annawawi.

Tujuan lainnya agar waktu pembelajaran menjadi efektif dan mengurangi potensi tumpang tindih kebijakan antra MA dengan ponpes serta meningkatkan kualitas pembeljrn di MA An Nawawi.

“Dengan harapan setelah dilaksanakannya workshop ini guru-guru dan ustaz ustazah dapat lebih memahami tentang kurikulun nasional yang terintegrasi dengan pondok pesantren, ” kata Sahlan, Senin (17/6).

Disebutkan, penyelenggaraan kegiatan workshop ini merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menjadl wadah bagi guru MA An Nawawi dan ustaz ustazah pondok pesantren untuk dapat memahami dan mengaplikasikan kurikulum terpadu antara pendidikan dengan pondok pesantren.

“Selain itu, guru juga diharapkan mampu memahami kebijakan penmerintah di bidang pendidikan serta mampu mengimplementasikan hasil workshop dalam kegiatan pembelajaran sebagai guru di madrasah dan ustaz ustazah di pondok pesantren, ” tandas Sahlan. (W5)

Tinggalkan Komentar