LPKA Klas I Kutoarjo dan PKBI Jawa Tengah Adakan Pelatihan Pola Pengasuhan Anak Binaan

PURWOREJO. Tugas dan tantangan Wali Pemasyarakatan sebagai pendamping sekaligus orang tua kedua bagi Anak Binaan tidaklah ringan. Karakteristik dan latar belakang keluarga, pendidikan, kondisi ekonomi orang tua, serta lingkungan sosial anak binaan ketika belum tersandung masalah hukum menjadi kendala terbesar agar mereka bisa taat terhadap aturan disiplin yang ada.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo, Hari Winarca saat memberikan sambutan pada acara pelatihan pola pengasuhan bagi anak binaan LPKA Klas I Kutoarjo di Aula Hotel Sanjaya Inn, Purworejo, Rabu (31/8).

“Tugas dan fungsi wali pemasyarakatan telah diatur dalam Permenhumham. Dengan aturan tersebut keluh kesah WBP dewasa di lapas/rutan termasuk anak binaan di LPKA bisa terselesaikan dengan lebih baik,” jelas Hari.

Pelatihan diikuti 20 petugas LPKA Kutoarjo yang juga merupakan pengasuh/Wali Pemasyarakatan. Bekerjasama dengan PKBI daerah Jawa Tengah, narasumber yang dihadirkan yakni Ellen Cristiani Nugroho, seorang fasilitator nasional dengan latar belakang yang mumpuni.

Turut hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jawa Tengah, Elisabeth S.A. Widyastuti, Ketua PKBI Cabang Purworejo sekaligus Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, dr Kuswantoro, tim inklusi PKBI Jawa Tengah dan Youth Center “Garempur” Purworejo.

Para pemateri dalam pelatihan pola pengasuhan anak binaan LPKA Kutoarjo

Narasumber Ellen Cristiani Nugroho selain melatih para wali pemasyarakatan dengan sharing. Juga dilakukan diskusi interaktif dan praktek simulasi agar lebih memudahkan dalam pemahaman dan penerapan cara menjalin komunikasi dengan Anak Binaan agar respect terhadap aturan disiplin.

“Pemahaman dasar mengapa anak binaan tidak taat aturan atau malah sering melanggar aturan yang ada diantaranya untuk memahami dan membedakan antara neurotik dengan gangguan karakter dan menjaga keseimbangan emosi anak.

Ellen juga mengulas cara membangun karakter anak agar bisa respek dengan aturan disiplin dan arahan para pengasuhnya berupa habit of obedience. Caranya, kata Ellen, dengan menghargai hak anak untuk perasaan sebagai pribadi secara utuh.

Selain pelatihan tahap awal, nantinya juga ada penyelesaian tugas-tugas dilanjutkan secara online melalui tugas-tugas secara online dan terakhir refleksi. Tahap akhir yakni evaluasi hasil penugasan yang akan dilaksanakan tanggal 13 September mendatang. (Dia)

Tinggalkan Komentar