Lewat Program BSD, Bupati Tampung Aspirasi Warga 5 Desa di Kecamatan Ngombol

NGOMBOL, Bupati Purworejo Agus Bastian kembali melakukan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD), Kamis (30/6) di sejumlah desa di Kecamatan Ngombol. Bupati beserta rombongan mengunjungi Desa Kesidan, Depokrejo, Kumpulsari, Awu-Awu dan Desa Keburuhan. 

Selain menyerahkan BLT Dana Desa dan santunan dari Baznas, di setiap desa yang dikunjungi Bupati berdialog dengan warga setempat. Bupati juga meninjau sapi warga Depokrejo yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Di depan Bupati, warga menyampaikan berbagsi aspirasi, meliputi soal penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU), penanganan sungai yang  mengakibatkan banjir tahunan, permohonan bantuan alat gamelan, kekurangan pupuk subsidi, pembangunan jalan usaha tani, perbaikan Jalan Diponegoro, serta bantuan bagi pengelolaan bank sampah.

Bupati berbaur dengan warga yang dikunjungi

Menanggapi masalah penerangan jalan, bupati menjelaskan, penerangan jalan desa semestinya dapat dianggarkan melalui Dana Desa. Sedangkan untuk jalan poros desa dan jalan kabupaten, dirinya meminta Dinas Perhubungan agar melakukan survei lokasi dan menentukan titik pemasangan LPJU, dengan prioritas pada titik rawan serta memperhatikan penyesuaian anggaran yang ada.

“Mengenai banjir yang membawa banyak sampah, memang perlu kesadaran bersama. Itu adalah bagian pola hidup masyarakat yg perlu diubah yaitu membuang sampah di irigasi atau aliran sungai. Wong BAB saja tidak boleh di sungai, apalagi membuang sampah bahkan perabotan seperti kasur, tentu sangat tidak dianjurkan,” katanya.

Sementara itu mengenai perbaikan Jalan Diponegoro, Bupati menjelaskan bahwa Jalan Diponegoro yang mempunyai panjang 22 Km, sehingga dengan anggaran yang terbatas tidak bisa dilakukan perbaikan secara serentak. Namun menurutnya, setiap tahun dilakukan perbaikan secara bertahap mengingat jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat di pesisir selatan.

Bupati meninjau ternak sapi warga yang terpapar penyakit mulut dan kuku

“Tahun ini terdapat dua titik Jalan Diponegoro yang di perbaiki yaitu di wilayah Purwodadi sepanjang 3,6 Km dan akan terus berproses setiap tahunnya,” jelasnya. 

Kepala Dinas LHP Wiyoto Harjono menjelaskan, bantuan bank sampah tersedia dengan nilai hingga Rp 65 juta. Adapun syarat agar dapat melakukan pengajuan bantuan diantaranya sudah beroperasi minimal selama enam bulan serta sudah masuk ke dalam aplikasi SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional).

“Sampah anorganik bisa dijual dan dimanfaatkan kembali, monggo bisa mengajukan bantuan untuk realisasi tahun 2024,” tandas Wiyoto.

Menurutnya, tiap kecamatan sudah ada pengepulnya, tapi tapi harus dipilah dulu. Nantinya dapat bekerjasama dengan Dinas LHP. Sedangkan sampah yang organik bisa dimanfaatkan untuk dibuat kompos. (Nas)

Tinggalkan Komentar