Lebih Jauh dengan Danis Mahardika: Tosser Putri Bertalenta dari Banyuurip

BANYUURIP, Satu lagi atlet voli putri andalan  yang dimiliki Purworejo. Dialah Danis Safia Mahardika yang mantap pada posisi pengumpan (tosser). Pada gelaran Popda voli putri yang digelar beberapa waktu lalu, Danis berduat dengan Nabila yang berada pada posisi spiker (smasher) membela tim SMAN 6.

Danis dan Nabila bak sejoli yang kompak saling memberi dan menerima. Sayangnya, langkah dominasi kedua atlet di babak final itu harus terhenti karena Nabila mengalami kram kaki. Hal itu membuat Danis kehilangan “mitra setianya”. SMAN 6 dipaksa menyerah 2-0 oleh SMKN 4.

Dengan wajah tanpa dosa dan imut serta penampilan yang kalem, banyak yang tidak menyangka kalau Danis bisa tampil lincah ketika berada di arena voli.

“Kalau sudah di lapangan, dia lincah banget,” kata Ibu Danis, Yuli Purwatiningsih yang mendampingi selama wawancara pada Jumat (25/3) sore. Sementara Danis hanya tersipu malu.

Danis yang memiliki lesung pipit itu memilih diam kalau tidak ditanya. Ibunyalah yang paling  banyak bercerita. Rupanya ibu dua anak itu juga pemain voli. Bakat voli yang dimiliki Danis pun diturunkan dari sang ibu.

Danis saat tampil membela klub

“Dulu waktu saya latihan voli di klub VPS, Danis sering ikut. Waktu itu dia baru duduk di bangku kelas 4 SD. Dari situlah Danis mulai tertarik. Akhirnya waktu kelas 6 SD Danis saya ikutkan ke klub Patriot sampai sekarang,” tutur Yuli, ibu Danis.

Dari mulai bergabung ke dalam klub hingga saat ini, posisi Danis selalu ditempatkan sebagai tosser. Tapi menurut pengakuàn ibunya, kalau sedang berada dalam satu lapangan dengannya,  Danis lebih memilih sebagai spiker. Sang Ibulah yang jadi tosser.

Bagi Danis, latihan rutin seminggu tiga kali sudah rutin dijalaninya mulai pukul 16.00 hingga 20.00 di GOR SEW Purworejo. Saat ini Danis tercatat sebagai tim inti  Popda Kabupaten Purworejo yang sudah berkali-kali menorehkan prestasi baik di level Kedu maupun provinsi.

Tak hanya itu. Danis yang lahir tanggal 17 Agustus 2006 juga sering mengikuti berbagai turnamen, bahkan sampai ke luar kota. Terkini, siswa kelas X IPA 2 itu baru saja pulang mengikuti turnamen Galaksi Cup di Ciamis, Jawa Barat.

Rupanya Danis sudah beberapa kali bermain sebagai atlet bayaran layaknya seorang profesional yang disewa, termasuk oleh klub Galaksi Ciamis.

Danis dan ibunya yang juga atlet voli

Reputasinya sebagai tosser handal ternyata menjadikan gadis penyuka bakso aci itu beberapa kali diincar klub Galaksi yang berhasil menjadi juara 3 dari 16 tim peserta.

Sebelumnya pemilik tinggi/berat 160cm/50 kg itu pun sudah sering tampil pada berbagai turnamen di luar Purworejo, seperti Kebumen dan Yogya. “Lumayanlah untuk pengalaman tanding dan mengasah mental,” kata Danis.

Selain itu uang hasil turnamen yang diperolehnya sepenuhnya ditabung dan digunakan seperlunya.

Pengagum pevoli nasional Wilda Siti Nurfadilah itu mengungkapkan, dirinya pernah seminggu full ikut turnamen. “Untung saja sekolahnya online. Jadi bisa atur waktu,” kata sulung dari dua bersaudara itu.

Meski begitu Danis mengaku senang dan tidak merasakan capek yang dialaminya. “Namanya juga hobi, jadi saya nikmati,” begitu kata gadis 15 tahun yang bercita-cita sebagai Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) itu.

Danis sang tosser (pengumpan)

Selain voli, Danis juga ternyata tercacat sebagai atlet cabor petanque dan atletik mewakili sekolahnya pada even Popda tahun ini.

Danis merasa beruntung dibesarkan di lingkungan yang mendukung passionnya di dunia olah raga khususnya voli. Selain ibunya, sang ayah yakni Ramadi Hako juga selalu setia mendampinginya kemanapun Danis berlaga.

Begitu pula kakek dan neneknya yang tinggal bersama keluarganya di Dusun Sentaan 2 RT 02/5 Desa Sumbersari, Banyuurip. Keduanya merasa banggà cucunya  bisa berprestasi sejauh ini.

Memang banyak yang terkecoh dengan penampilan Danis yang berbeda 180° saat berada di lapangan. Danis sering mendapat pujian melalui umpan-umpan jitu lewat passingnya yang diarahkan kepada spiker dan menghasilkan angka.

Danis pun berangan -angan kelak bisa punya klub voli agar bisa ada bibit-bibit baru yang tumbuh melalui tangannya.

Danis sering “disewa” jasanya oleh klub luar daerah untuk ikut turnamen voli

Saat ini Danis tengah fokus persiapan  menghadapi Popda Kedu. Menurutnya lawan terberat nanti yakni dari Kabupaten Magelang.

Sebagai Ibu, Yuli bangga putrinya bisa  berprestasi melalui hobi yang ditekuninya. “Semoga Danis bisa melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dan tercapai cita-citanya,” ucap Yuli sambil menatap putri kesayangannya. (Dia/Kun)

Tinggalkan Komentar