Layani Pasien Cuci Darah, RS Amanah Umat Purworejo Buka Layanan Hemodialisis

PURWOREJO, Saat ini di Purworejo ada 138 warga Purworejo yang tercatat sebagai pasien cuci darah (hemodialisa). Dari jumlah tersebut belum semuanya bisa terpenuhi kebutuhan hemodialisa secara rutin karena keterbatasan tempat. Untuk memenuhi hal tersebut RS Amanah Umat (AU) Purworejo membuka layanan hemodialisis mulai Sabtu (1/10) besok.

Adapun acara peresmian dilakukan Jumat (30/9) yang dihadiri Direktur Utama PT Amanah Kesehatan Umat dr Wibawa, Direktur RSAU Drg Gustanul Arifin dan jajaran rumah sakit yang semula bernama RS PKU tersebut.

Menurut Drg Gustanul Arifin, hemodialissi merupakan layanan unggulan di RSAU. Itu karena rumah sakit ini memiliki 10 bed dan diharapkan mampu menampung pasien hemodialisa yang belum terlayani.

10 bed itu terdiri atas delapan bed reguler, satu bed isolasi, dan satu bed untuk back up. Selain itu juga disediakan ruang konsultasi CAPD untuk pasien. Dengan adanya layanan hemodialisis di RS AU diharapkan pasien tidak perlu lagi ke luar kota untuk melakukan hemodialisa.

Direktur RSAU Drg Gustanul Arifin

“Saat ini ada 31 pasien yang belum terlayani. Kasihan, makanya kita cukupi karena biayanya juga sangat tjnggi,” kata dr Gustanul. Untuk itu RSAU menggandeng pihak ketiga yakni PT Lumintu agar bisa melayani paling tidak 60 pasien dalam seminggu.

Diakuinya, di Purworejo dokter spesialis hemodialisa masih terbatas. Pihaknya pun melakukan MoU dengan BPJS Kesehatan untuk pelayanan pasien hemodialisa mulai tanggal 1 Oktober besok.

Gustanul bersyukur layanan hemodialisis di RSAU bisa terealisasi dengan cepat sehingga bisa segera difungsikan dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Tidak mudah karena melihat di rumah sakit lain baik milik pemerintah maupun swasta perjalanannya lama dan bahkan tidak terealisir,” ucapnya. Kehadiran layanan hemodialisa diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dr Wibawa meresmikan layanan Hemodialisis RSAU

Terkait dengan makin banyaknya masyarakat yang harus mengalami cuci darah, Drg Gustanul menghimbau agar menjaga pola makan dan minum. Hal itu disebabkan banyaknya pasien hemodialisa mengalami pola pikir termasuk pola makan yang keliru.

“Sesekali bolehlah mengkonsumsi makanan junk food atau minuman suplemen, tapi jangan dijadikan keseharian atau rutinitas. Akibatnya mengalami gagal ginjal. Demikian pula dengan obat-obatan bebas, jangan terlalu sering dikonsumsi tanpa resep dokter,” pesannya.

Di sisi lain Direktur Utama PT Amanah Kesehatan Umat dr Wibowo yang mengelola RSAU menyampaikan bahwa rumah sakit tidak semata-mata profit oriented, melainkan lebih pada upaya meningkatkan mutu pelayanan dengan tata kelola yang baik.

Melalui Drg Gustanul yang dianggap sebagai inisiator, motivator dan eksekutor, dirinya berharap agar RSAU dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. (Dia)


Tinggalkan Komentar