Lampaui Produktivitas Jawa Tengah, Desa Megulung Lor Pituruh Panen Raya Kacang Hijau

PITURUH, Desa Megulung Lor Kecamatan Pituruh menjadi “Kampung Kacang Hijau”. Hal itu karena terdapat ciri kegiatan penangkaran, pemulia, pengembangan kawasan, penjamin komoditas (off taker), dan terdapat eksportir kacang hijau di desa tersebut.

Panen raya kacang hijau diadakan pada Rabu (21/9) dihadiri Wabup Purworejo Yuli Hastuti. Selain secara manual, wabup juga menyaksikan secara langsung panen raya menggunakan alat combine.

Disamping wabup, acara tersebut juga dihadiri Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian Yuris Triyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadi Sadsilo, forkopimcam Kecamatan Pituruh, serta produsen benih dan eksportir kacang hijau.

Yuris menyampaikan, Presiden Jokowi memerintahkan kepada seluruh perangkat di daerah agar mengembangkan komoditas unggulan yang bagus di daerah masing- masing. Jokowi mengatakan bahwa meningkatkan kapasitas produksi tidak hanya kedelai, tapi juga kacang hijau serta melakukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Yuris, Kabupaten Purworejo khususnya Kecamatan Pituruh telah melakukan perintah dari Presiden Jokowi tersebut dengan hasil panen ubinan 1,9 ton/ hektar. Hasil tersebut melebihi Jawa Tengah yang hanya 1,1 ton/hektar.

Yuli Hastuti menerima hasil panen raya kacang hijau

“Diharapkan petani kacang hijau dapat menjaga kualitas secara berkelanjutan ke eksportir, sehingga mereka mendapatkan harga yang cukup tinggi dan menguntungkan petani,” ucapnya.

Adapun wabup mengatakan bahwa kacang hijau merupakan komoditas pertanian yang diyakini mampu menjadi solusi ketahanan pangan serta meningkatkan diversifikasi pangan. Selain mudah diakses dan murah, kacang hijau juga merupakan salah satu sumber protein nabati yang baik karena tingginya nilai protein di dalamnya.

“Kacang hijau memiliki ketahanan hidup yang baik dibandingkan dengan jenis kacang-kacang lainnya. Kacang hijau mampu hidup serta berbuah di daerah kering dan dapat hidup di musim kemarau karena tidak membutuhkan banyak air,” imbuhnya.

Dijelaskan, tantangan mendasar usaha budidaya kacang hijau petani adalah produktivitas yang belum maksimal. Salah satunya disebabkan kurangnya penggunaan benih unggul bersertifikat serta penerapan teknologi yang belum optimal.

“Minimnya ketersediaan benih kacang hijau yang berkualitas, banyaknya petani yang menggunakan benih kacang hijau asal-asalan, tidak bersertifikat dan tanpa jaminan mutu benih, membuat hasilnya jauh dari harapan,” tandasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar