Lama Tiarap Akibat Pandemi, Ikon Pameran ‘Kerak Telor’ Kembali Eksis di Pekan Raya Purworejo

PURWOREJO, Kerak telor, makanan khas Betawi yang biasanya dijual di berbagai event pameran, kini muncul kembali setelah sempat tiarap selama dua tahun akibat pandemi. Kali ini jajanan klangenan berbahan dasar beras ketan putih dan telur bebek yang disangrai dicampur abon dan aneka bumbu itu kembali dapat ditemui di arena Pekan Raya Purworejo (PRP) yang dibuka sejak Rabu lalu.

Selain kerak telor, aneka makanan serta produk kreatif berupa kerajinan dan pakaian beserta aksesorisnya juga dapat dijumpai di PRP yang berlokasi di lapangan Kodim 0708 Purworejo.

Sejak dibuka pada Rabu sore, area PRP ramai dikunjungi masyarakat Purworejo yang haus hiburan. Hal itu tampak dari banyaknya kendaraan pengunjung yang parkir hingga meluber di bahu jalan. Seperti pada Kamis (25/8) sore saat Purworejo News menyambangi lokasi PRP.

Menurut panitia penyelenggara, Heni Devianti dari Event Organizer Akas Production, pihaknya menyediakan 75 stan berisi aneka produk. Selain produk UMKM, pihaknya juga menyediakannya untuk aneka usaha dan jasa.
Selain juga wahana bermajn anak-anak berupa mandi bola dan stan melukis.

Pengunjung yang memadati arena pameran

Untuk menggaet pengunjung, pihaknya menggelar aneka kegiatan dan lomba. “Rabu kemarin kami mengadakan lomba mewarnai untuk siswa SD dan hiburan musik slow rock. Hari Kamis ini lomba menyanyi berupa Purworejo Idol untuk anak-anak hingga umum,” kata Heni kepada Purworejo News.

Lalu hari Jumat, lanjutnya, berupa senam massal di pagi hari, pantomim di sore hari, serta hiburan ketoprak dan campur sari pada malam hari.

Event lain yang tak kalah seru untuk mendukung serta memeriahkan PRP yakni lomba drumband dan joget kreasi yang akan digelar pada hari Sabtu. Adapun pada malam harinya digelar live band slow rock.

Sebagai penutup, pada Minggu pagi diadakan jalan sehat serta hiburan dangdut dan campur sari hingga acara berakhir pada sore harinya.

Wahana khusus anak-anak, mandi bola dan melukis

Selaku penyelenggara Heni berharap agar PRP dapat menjadi sarana promosi dan penjualan produk dari para peserta dan juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat Purworejo.

Penyelenggara juga mentargetkan banyaknya pengunjung yang masuk dan berbelanja selama kegiatan pendukung pameran berlangsung. Untuk itu pameran dibuka mulai pukul 10.00 pagi dan baru akan berakhir pada pukul 22.00.

Dari pantauan Purworejo News, rata-rata stan ramai dikunjungi, terutama pada sore hari. Salah satu pemilik stan, Maharani, yang menjual pakaian dan aneka sambal mengaku untung dengan mengikuti kegiatan tersebut.

“Dengan membayar sewa stan sebesar Rp 2 juta untuk lima hari, Alhamdulillah stan saya laris. Sore ini sudah dapat Rp 2 juta. Lumayanlah, hitung-hitung sekalian promosi,” katanya.

Jadi buat Anda yang belum berkunjung ke PRP, luangkan waktunya untuk membeli kerak telor atau sekedar menikmati hiburan yang disediakan panitia. (Dia)

Tinggalkan Komentar