Kunjungi Lokasi, Staf Ahli Menko Polhukam: Bendungan Bener Selesai 2023

BENER, Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional, Marsekal Muda (Marsda) TNI Achmad Sajili melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purworejo, untuk melihat perkembangan pembangunan Bendungan Bener, Rabu (31/3). 
Achmad Sajili disambut Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Lukman Hakim, S.Sos, M.Si, Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, SIK, SH, M,Si, pejabat BBWS dan sejumlah pejabat OPD terkait. 

Sebelum melakukan kunjungan lokasi, lebih dulu dilakukan paparan di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, guna melihat progres pembangunan bendungan terbesar kedua di Asia itu. Marsda TNI Achmad Sajili menjelaskan pembangunan Bendung Bener ditargetkan rampung tahun 2023.

Dikatakan, hasil dari peninjauan ini nantinya akan dibuat menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada Menteri dan beberapa pihak terkait. Ke depan dirinya berharap, berbagai permasalah yang dihadapi dapat dikoordinasikan kepada Forkopimda agar segera dicari solusinya.

“Harapan ke depan, target pembangunan selesai tahun 2023 dapat ditepati. Saya berharap permasalahan pembebasan lahan yang belum selesai dapat segera tuntas. Mari kita terus berkarya, kita membangun negara ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Agus Bastian berharap kunjungan Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional ini akan mampu mengurai beberapa permasalahan yang masih ada, serta mempercepat progres pembangunan Bendungan Bener.

Bendungan Bener di Desa Guntur, Kecamatan Bener, masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Keberadaan Bendungan Bener ini nantinya akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Purworejo dan sekitarnya. 

Agus Bastian, SE, MM (kiri) dan Marsda TNI Achmad Sajili bertukar cinderamata

Tidak hanya dalam hal penyediaan air irigasi yang mampu mengairi 15.519 hektare maupun menyediakan kebutuhan air baku sebanyak 1.500 liter/detik. 

Selain itu, keberadaan Bendungan Bener juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata, pengembangan sumber listrik sebesar 6 megawat, untuk pengendalian banjir, serta pengembangan perikanan. 

“Untuk itu, kami terus mendorong segenap masyarakat Purworejo untuk memberikan dukungan sepenuhnya pembangunan Bendungan Bener yang manfaatnya akan dapat dirasakan bersama. Wujud dukungan nyata itu antara lain seperti yang dilakukan warga yang merelakan tanahnya untuk pembangunan Bendungan Bener,” kata Bupati.

Diterangkan, jumlah bidang tanah yang digunakan mencapai 1.139 bidang, dengan jumlah pihak yang berhak (PYB) sebanyak 643 orang. Progres pembayaran uang ganti kerugian dibanding target keseluruhan bidang tanah, sampai saat baru terealisasi 30,78% dari total besaran uang ganti kerugian senilai Rp 244,77 miliar. 

“Mudah-mudahan ke depan progres pembayaran uang kerugian akan lebih cepat terealisasi. Sehingga bisa diselesaikan sebelum batas terakhir Penetapan Lokasi berdasarkan SK Gubernur yakni pada tanggal 5 Juni 2021,” imbuh Bupati.

Mengenai sejumlah aksi demonstrasi sejumlah warga masyarakat terdampak, dirinya memaklumi hal itu. Karena mereka masih merasa memiliki ganjalan terkait pembangunan Bendungan Bener. 

“Kami terus berupaya memberikan pemahaman dan pengertian. Sehingga diharapkan masyarakat terdampak bisa menerima keberadaan proyek ini, dan memberikan dukungan sepenuhnya demi kepentingan masyarakat yang lebih luas,” pungkas Bupati. (**/Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *