Kunjungan Presiden Jokowi di Purworejo: Warga Ketug dan Wingko Tinumpuk Dapat Hadiah Sepeda

PURWOREJO, Marhoni (73), warga Desa Ketug, Kecamatan Butuh, dan Tri Nurhayati (54), warga Desa Wingko Tinumpuk, Kecamatan Ngombol, jadi dua dari ribuan orang Purworejo yang beruntung saat menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi di GOR WR Supratman, Kamis (29/8) siang.

Keduanya membawa pulang masing-masing sebuah sepeda, hadiah dari presiden setelah ketiban sampur untuk menjawab pertanyaan dari Presiden Jokowi. Pertanyaan yang diajukan presiden pun sangat mudah, yakni menghapal Pancasila.

Tri Nurhayati yang pertama dipilih oleh presiden untuk maju ke atas panggung, dengan suara lantang, mengucapkan lima sila Pancasila secara benar. Usai membaca Pancasila, Jokowi langsung mengatakan “ya sudah, saya kasih sepeda ya”.

Berbeda dengan Tri Nurhayati, Marhoni tidak lancar saat mengucapkan Pancasila sehingga dua kali Presiden menyuruh agar mengulanginya. Akhirnya Marhoni pun diberi sepeda.

Sebelum memberikan hadiah sepeda, Presiden Jokowi menyerahkan 3.800 sertifikat tanah kepada warga. Setelah menerima sertifikat, mereka diminta mengangkatnya. Jokowi pun dengan nada bercanda menghitung satu demi satu tangan penerima yang mengangkat sertifikat. Namun Jokowi hanya menghitung sampai 31 dan setelah itu menyebut angka 3.800.

Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan, tanah di seluruh Indonesia seharusnya ada 125 juta sertifikat. Namun hingga 2015 baru bisa disertifikatkan sebanyak 46 juta sertifikat. Jadi masih 80 juta yang belum disertifikatkan.

“Di Jawa Tengah saja ada 20 juta dan saat ini baru diserahkan 12 juta,”tandas Presiden.

Presiden mengatakan, sepanjang mengunjungi daerah-daerah, banyak menemui sengketa tanah akibat belum ada sertifikatnya. Oleh karenanya presiden mentargetkan penyertifikatan tanah di seluruh Indonesia selesai pada 2025 mendatang.

“Ini jadi tugas BPN (Badan Pertanahan Nasional-red). Kalau kerja sama saya memang harus ada target. Kalau tidak bagaimana,”tegas Presiden. (W5)

Tinggalkan Komentar