Kunjungan Bupati ke Eropa: Bupati ke Belanda Bawa Misi Kembalikan Dokumen dan Peninggalan Sejarah Purworejo

DEN HAAG, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM dan Ketua DPRD Luhur Pambudi, ST, MM mulai Senin (17/6) kemarin melakukan kunjungan kerja ke tiga negara di Eropa, yaitu Belanda, Belgia dan Swedia. Ikut serta dalam kunjungan itu Sekretaris Daerah Drs Said Romadhon, Kepala Bappeda Drs Pram Prasetyo Achmad, MM dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agung Wibowo, AP.
Rombongan bertolak dari Jakarta Minggu (16/6) malam pukul 22.40 menggunakan pesawat Garuda Indonesia 88 dengan tujuan Amsterdam, Belanda. Sampai di Amsterdam sekitar pukul 07.50 setelah melalui perjalanan selama 14 jam.
Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo yang dihubungi pNews menjelaskan, Senin pukul 10.00 waktu setempat bupati dan rombongan berkunjung ke Kedutaan Besar RI di Den Haag dan diterima langsung oleh Dubes RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja yang didampingi seorang deputi.

“Pertemuan itu membahas tentang sejarah budaya Purworejo dan kaitannya denga dokumen serta peninggalan sejarah Purworejo yang ada di Belanda,”jelasnya.

Dijelaskan, salah satu misi kunjungan Bupati ke Belanda yaitu membawa kembali berbagai dokumen dan peninggalan sejarah Purworejo yang ada di Belanda. Saat ini masalah peninggalan budaya dan sejarah Purworejo yang ada di Belanda masih dikaji oleh Kedubes.
Terpisah, Kepala Bappeda Drs Pram Prasetyo Achmad yang ikut dalam rombongan menambahkan, ada kebijakan Kerajaan Belanda yabg siap mencermati barang-barang sejarah (pusaka, dokumen dll). Keberadaan barang-barang itu sekarang ada di Belanda. Namun dulu perolehannya tidak legal dan akan diproses untuk dikembalikan (ke Indonesia).

Dijelaskan, dokumen Purworejo yang ada di Belanda antara lain Buku Babad Kedung Kebo karya RAA Tjokronagoro 1. Beberapa hal yang akan ditindaklanjuti antara lain catatan tentang RM Turkijo Purboatmodjo (Bupati Sawunggalih) terkait kiprahnya sebagai ahli irigasi. Juga sejarah lengkap Dokter Tjitrowardojo.

“Ada peluang untuk mengembalikan peninggalan kita yang ada di Belanda. Untuk itu akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kebudayaan dan Kedubes. Sesuai saran Dubes agar kita bersurat ke Museum Nasional Belanda,”tandas Pram.

Agung Wibowo mengatakan, usai bertemu Dubes RI di Den Haag, bupati dan rombongan berkunjung ke Madurodam untuk belajar pengelolaan pariwisata buatan. Dalam kesempatan itu rombongan sempat menikmati wisata canal, yaitu saluran air yang bisa dinikmati dengan kapal fery untuk melihat bangunan heritage dan sejarahnya.
Agenda berikutnya di Museum Madame Tussauds untuk belajar penataan museum yang rencananya untuk pengembangan Art Center Pwr.
“Hari ini kami melanjutkan perjalanan ke Belgia untuk melihat dan belajar Border City,”pungkas Agung Wibowo. (Nas)

Tinggalkan Komentar