Klinik Cipta Husada 3 Muslimat NU Kini Layani Cuci Darah

GEBANG, Klinik utama hemodialisa Cipta Husada 3 Muslimat NU Purworejo resmi membuka pelayanan kesehatan berupa Hemodialisa (cuci darah). Peresmian klinik yang merupakan ke 3 se Indonesia di jajaran organisasi NU itu, dilakukan oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, Jumat (29/3) lalu, yang ditandai dengan penandatangaan prasasti dan pengguntingan pita.
Bupati juga meninjau ruang-rusng pelayanan di klinik yang berlokasi di Jalan KH Zarkasyi, Desa Lugosobo, Kecamatan Gebang. Turut mendampingi Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, SH, SIK , Ketua PC Muslimat NU Purworejo Hj Maslichati Madchan Anis, Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) Pusat Hj Endang Umar Wahid, Hj Farida Salahudin Wahid, perwakilan PT Masa Cipta Husada Andreas Japar, Hj Indah Herlawati Suranto, ST, MM.

Bupati mengapresiasi dibukanya pelayanan utama berupa hemodialisa atau cuci darah. Tentu ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan hemodialisa.

“Mudah-mudahan keberadaan klinik hemodialisa ini semakin memudahkan masyarakat sekaligus memberikan pilihan untuk memperoleh pelayanan cuci darah,” katanya.
Menurut Bupati, penyakit ginjal kini menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang paling serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung. Selain itu, penyakit ginjal juga merupakan penyakit katastropik (penyakit berbiaya tinggi) nomor 2 setelah penyakit jantung. Mahalnya terapi hemodialisa menjadi permasalahan sendiri bagi para pasien.
“Maka keberadaan Klinik Utama Hemodialisa ini bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga kami akan sangat mendukung dan memfasilitasi keberadaan klinik ini,” ujar Bupati.

Oleh karena itu Bupati berharap, keberadaan institusi kesehatan yang dikelola swasta, sangat penting dan strategis dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Terlebih dengan adanya beberapa proyek besar seperti pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, tentunya ke depan membutuhkan infrastruktur pendukung yang memadai termasuk dalam hal pelayanan kesehatan.
Ketua PC Muslimat NU Purworejo Hj Maslichati Madchan mengatakan, 4 unit mesin hemodialisa di klinik siap untuk melayani masyarakat. Dalam sehari bisa melayani 10 pasien. Untuk sementara pasien dapat dilayani dengan biaya mandiri.
“Sedangkan pelayanan pasien BPJS Kesehatan masih dalam proses. Kemungkinan sekitar satu atau dua bulan lagi sudah bisa realiasi. Kami masih terus mengurus dengan pihak BPJS. Selain pelayanan hemodialisa juga pelayanan kesehatan yang lain, karena ada dokter umum,” tuturnya.

Sementara itu Ketua panitia Hj Indah Herlawati Suranto ST MM melaporkan, YKM NU merupakan salah satu pearngkat organisasi muslimat NU dalam pelaksanaan program di bidang sosial dan kesehatan. Sudah lebih dari separo abad sejak didirikannya 11 Juni 1963 YKM NU mengabdi kepada masyarakat melalui kedua bidang tersebut dengan mendirikan panti asuhan, rumah sakit, rumah bersalin dan klinik. (*)

Tinggalkan Komentar