Khitanan Massal Gratis Meriahkan HUT ke-63 SD Islam Baledono Purworejo

PURWOREJO, Di usianya yang ke-63 tahun, SD Islam Baledono Kecamatan Purworejo mengadakan khitanan massal gratis yang diadakan pada Minggu (24/9). Khitanan massal yang diadakan di sekolah tersebut diikuti 25 anak, berasal dari siswa SD Islam Baledono dan masyarakat sekitar.

Disamping mendapatkan bingkisan, para peserta khitanan juga memperoleh uang saku dari berbagai sponsor. Adapun tim medis berasal dari RS Nur Hidayah Bantul yang menyiapkan empat tempat untuk mengkhitan 25 anak secara bergantian.

Selain khitanan massal, untuk memeriahkan ulang tahun sekolah juga ditampilkan belasan kreasi seni dari siswa sekolah yang terletak di Jalan Brigjen Wiyono Kelurahan Baledono itu. Mereka tampak gembira menampilkan berbagai di hadapan guru dan orang tua mereka.

Selain ketua komite dan ketua yayasan, acara milad yang diketuai oleh Fery Yulianto itu juga dihadiri Kabag Kesra Setda Kabupaten Purworejo Fatkhurahman dan Kepala Kelurahan Baledono Agus Pramono.

Anak-anak yang akan dikhitan

Dalam laporannya Fery menyebutkan, khitanan massal ditujukan bagi siswa dan masyarakat sekitar. “Kegiatan ini dilakukan karena khitan merupakan hal wajib dalam agama Islam yang memiliki fungsi kesehatan, yakni untuk membuang bagian yang tersembunyi serta menyimpan virus,” ucapnya.

Sesaat sebelum proses khitan, dilakukan pelepasan burung merpati oleh Fathurahman dan ketua yayasan beserta tamu undangan. Hal itu sebagai simbol merdeka belajar dan menghantarkan siswa menggapai cita-cita yang diimpikan.

Kepala SD Islam Yulia Juwita saat ditemui menjelaskan, khitanan massal merupakan bagian dari kepedulian sekolah kepada siswa dan lingkungan. “Khitanan ini merupakan bekal untuk anak-anak saat lulus minimal harus sudah sunat semua,” jelas Yulia.

Pelepasan merpati oleh ketua yayasan bersama tamu undangan dan kepala sekolah

Yulia yang baru menjabat kepala sekolah mulai tanggal 22 Juni tahun ini menjelaskan, milad sebetulnya diperingati setiap tanggal 4 September. Adapun SD Islam berdiri tanggal 4 September tahun 1958.

“Seremonial sudah kami lakukan pada hari Senin lalu dengan petugas upacara para guru yang memakai baju adat. Lalu dilanjutkan dengan potong tumpeng,” ucapnya.

Ditegaskannya, khitanan massal rencananya akan diagendakan setiap tahun. Dengan tema milad setia mengabdi menggapai mimpi anak negeri, Yulia bertekad untuk mendidik siswa jadi lebih disiplin, termasuk guru.

Dirinya berharap SD Islam bisa lebih berkembang dan menjadi sekolah yang punya berprestasi membanggakan. Saat ini menurut Yulia, SD Islam memiliki total 228 siswa. Sedangkan siswa kelas 1 sebanyak 42 siswa. (Dia)

Tinggalkan Komentar