Keren, SMK Institut Indonesia Purworejo Ciptakan Mobil Listrik E-Mo Berdesain ‘Rubicon’ Mini

KUTOARJO, Meski sekolah swasta dan berada di pinggiran kota, SMK Institut Indonesia (II) Kutoarjo membuat terobosan baru dengan menciptakan mobil listrik yang diberi nama e-mo (elektrik mobil). Purwarupa mobil yang mirip Rubicon mini itu 100% merupakan kolaborasi karya guru dan siswa SMK II dari berbagai prodi yang ada ; mulai pengelasan, mesin, pengadaan spare part, perakitan, hingga finishing pengecatan.

Terkait mobil listrik e-mo itu, guru otomotif Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang menangani dan mengawasi proses pengerjaan
Sugeng Wibowo menyampaikan, kapasitas listrik yang digunakan sebesar 3.000 watt atau 5 PK.

“Baterainya menggunakan 60 volt jenis litium dengan kapasitas mengisi tiga hingga empat jam untuk penuh,” beber Sugeng kepada Purworejo News, Jumat (19/8).

e-mo, kecepatan 60 Km/jam jarak tempuh hingga 60 Km

Ia menambahkan, saat baterai penuh terisi,  e-mo yang berkapasitas dua penumpang itu bisa menempuh jarak hingga 60 Km dengan kecepatan mencapai 60 Km/jam. “Sebelum dipasang bodi mobil malah bisa melaju hingga 80Km/jam,” imbuh Sugeng.

Mobil bercat merah cabe dengan panjang 2,1 meter dan lebar 1,2 meter itu beberapa waktu lalu sudah mengaspal dari Kutoarjo hingga puluhan Km, bahkan sudah sampai Pantai Ketawang. Sugeng menyebutkan biaya yang dikeluarkan untuk membuat e-mo mencapai Rp 60 juta.

“Harga baterainya saja sudah mencapai Rp 10 juta,” imbuhnya. Sedangkan waktu pengerjaan mencapai enam bulan, yakni dari Januari hingga Juli. Desain bagian kap depan e-mo digunakan untuk kelistrikan penggerak mobil. Adapun baterai berikut charger terletak di bodi belakang.

Kelebihan e-mo yang menggunakan sistem matic menurut Sugeng yakni nol polusi alias zero polution. Selain itu yang paling penting yakni mengurangi ketergantungan pada BBM.

Bagian dalam e-mo yang bermesin matic

Seperti disampaikan kepala SMK II, Amat Rosidi, kehadiran mobil listrik e-mo adalah untuk menjawab tantangan jaman saat BBM semakin terbatas dan sulit didapat. “Nantinya kendaraan yang pakai BBM hanya tinggal cerita,” kata Rosidi.

Tak hanya itu, kehadiran e-mo juga merupakan bukti bahwa lulusan SMK tidak hanya disiapkan untuk langsung bekerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja. “Ini merupakan bukti nyata dari perubahan mindset lulusan SMK dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan pekerjaan serta dipacu untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi,” tegas Rosidi.

Ide membuat mobil listrik, lanjut Rosidi, berawal dari keinginan SMK II untuk menciptakan terobosan serta mempunyai ikon sendiri. Jadilah e-mo yang akan terus disempurnakan dan berharap bisa diproduksi secara massal bila sudah berlisensi dan lolos uji.

Kepala SMK II Amat Rosidi, optimistis

Terkait biaya untuk membuat e-mo, menurut Rosidi berasal dari komite sekolah. Kepala sekolah yang didampingi Kaprodi Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Sinta Kusumastuti menambahkan, nantinya jug akan dikembangkan motor listrik. Yakni dengan mengganti tampilan tangki BBM menjadi baterai yang bisa diisi ulang.

Terobosan lain yang sedang dikerjakan SMK II, menurut Sinta, yakni mengembangkan robot yang bermanfaat untuk UMKM dengan membuat mesin yang bisa menggoreng sendiri. Juga membuat sel surya dengan tenaga kecil yang akan dikembangkan untuk mobil listrik.

Baik Rosidi maupun Sinta optimistis, program-program yang akan diluncurkan tersebut dapat teralisir dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia industri yakni Nasmoco yang selama ini bekerjasama dengan SMK II.

Saat ini SMK II yang beralamat di Jalan Tentara Pelajar no 15 Kutoarjo itu memiliki sebanyak 800 siswa dengan enam jurusan. Yakni Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Pemesinan, Teknik Mekanik Industri, Teknik Sepeda Motor, dan  Teknik Kendaraan Ringan. (Dia)

One comment

Tinggalkan Komentar