Kepala SMPN 33 Bantah Isu Ada Pemotongan Dana Beasiswa PIP

PURWOREJO, Adanya pemberitaan yang menyebutkan terjadi pemotongan dana PIP di SMPN 33 oleh salah satu media online dibantah oleh kepala sekolah Nikmatur Rohmah. Kepada media yang menemui di ruang kerjanya, Selasa (26/7) pagi, Nikmah mengklarifikasi berita yang menyebutkan ada pemotongan dana PIP di SMPN 33.

“(untuk) PIP kami tidak pernah ikut campur sama sekali. Dari Dinas sudah memeriksa, daripada saya yang ngomong, silakan (ke Dinas),” jelas Nikmah. 

Terkait dengan pemberitaan yang menyebutkan SMPN 33 melakukan potongan dan PIP, tim dari Dinas Pendidikan serta Inspektorat melakukan audit dan verifikasi kepada kepala sekolah dan pihak penerima PIP yakni perwakilan siswa, kemarin.

“Hasilnya tidak (menemukan) ada pemotongan sama sekali. Termasuk dari sampel siswa tidak ada pemotongan sama sekali karena langsung masuk ke rekening siswa senilai Rp 750.000,” jelas Nikmah.

Dirinya menjelaskan, tahun 2021 memang sekolahnya mendapat PIP. “Tahun 2021 kami tidak tahu yang dapat (PIP) berapa karena yang bisa membuka (akses data) kepala TU yang pindah setahun lalu dan belum ada penggantinya,” lanjut Nikmah.

Nikmatur Rohmah

Ia menambahkan, dirinya kemudian diberi tahu jumlah siswa SMPN 33 yang menerima PIP dari pemerintah sebanyak 211 siswa dan dari partai Demokrat atau Mas Bram sebanyak 20 siswa yang berbentuk kartu. Untuk kegunaan uang PIP pun, lanjut Nikmah, pihaknya tidak tahu menahu.

Dari beberapa siswa yang menerima dana PIP saat ditanya tim menyebutkan, ada yang dipakai untuk membeli sepatu dan juga beras. “Jadi tidak benar ada pungli dari uang PIP wong uangnya langsung masuk rekening dan kami tidak tahu menahu,” tegas Nikmah.

Pernyataan Nikmah diperkuat oleh Ketua Komite SMPN 33 Hikmah Setiawan SH saat berada di sekolah tersebut.

Hikmah Setiawan

Dirinya menyayangkan kalau ada berita yang menyebutkan ada potongan dana PIP di SMPN 33.  “Ya duduk bersamalah. Selama ini komite bersama kepala sekolah ingin memajukan sekolah dengan cara yang baik,” tegasnya.

Meski begitu, baik Nikmah dan Hikmah beranggapan semuanya harus diambil hikmahnya, yakni harus tetap hati-hati. “Kami akui Bu Nikmah banyak melakukan terobosan yang membanggakan, ” katanya sambil menyebut salah satunya dengan membangun aula outdoor yang multi fungsi. (Dia)

Tinggalkan Komentar