Kasus Penipuan Arisan Motor, Kasatreskrim Purworejo: Kami Buka Pengaduan, Silakan Melapor

PURWOREJO, Banyaknya korban arisan sistem gugur yang dilakukan oleh PT Ghani Mega Moris (GMM) membuat Polres Purworejo membuka pengaduan bagi mereka yang pernah berurusan dengan arisan abal-abal tersebut. “Silakan mengadukan ke Polres Purworejo,” kata Kasatreskrim AKP Agus Budi Yuwono saat gelar perkara penipuan dengan dalih arisan motor pada Senin (13/6).

Dalam acara yang digelar di Mako Polres tersebut, Kasatreskrim menjelaskan, pada aturan sistem gugur, anggota yang namanya keluar maka pada bulan berikutnya tidak membayar lagi.

Pada bulan ke-48 atau masa akhir arisan semua peserta yang belum keluar namanya akan mendapatkan sepeda motor secara serentak. Selain itu PT GMM yang beralamat di Jalan Tentara Pelajar Banyuurip (Kenteng) itu juga menyalahi aturan ijin yang telah ditetapkan.

Atas peristiwa tersebut, Bos PT GMM Purworejo, NS, ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan penipuan atau penggelapan. “Ancaman hukumannya empat tahun penjara,” lanjut Kasatreskrim.

Kasatreskrim memperlihatkan barang bukti

Selain Supradi yang melaporkan tindak penipuan yang dilakukan PT GMM, hingga saat ini, menurut Kasatreskrim, ada sekitar 140 korban dalam kasus penipuan arisan tersebut.
Polres Purworejo bahkan punya list masyarakat yang dirugikan tapi mereka belum melaporkan.

Tak hanya motor, PT GMM juga melakukan bisnis serupa untuk furniture, perumahan, dan biro perjalanan umrah dan haji. “Ijinnya tidak bergerak di bidang arisan,” lanjut AKP Agus Budi Yuwono.

Saat gelar perkara, Polres Purworejo menunjukkan barang bukti. Antara lain berupa fotocopi tabel penerimaan Arisan Ilham XIII, tata tertib arisan motor sistem gugur, dan akta pendirian PT GMM.

Ditambahkannya, sejak tahun 2014 usaha yang dijalankan NS bergulir dengan sistem tambal sulam, termasuk arisan umrah. (Dia)

Tinggalkan Komentar