Kasus Pembunuhan Kentengrejo Bermotif Perselisihan Bisnis Melon

PURWOREJO, Polres Purworejo dalam waktu singkat berhasil menangkap tersangka pembunuh Bustami (57), warga Belitung yang mayatnya ditemukan di tengah jalan desa Desa Kentengrejo, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (6/8) lalu. Tersangka dibekuk di rumahnya di Desa Pasarsenen, Kecamatan Ambal Kabupsten Kebumen sehari setalah kejadian.

“Tersangkanya BC (29), warga Dusun Krajan RT 002 RW 002, Desa Pasarsenen, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen,” tulis Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Purbaja dalam rilis yang beredar usai Press Konferensi di Polda Jateng oleh Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji, Rabu (10/8).

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, kepada penyidik, tersangka mengaku motif pembunuhan yaitu sakit hati karena ditagih hutang dan diungkit-ungkit permasalahan terkait investasi bisnis melon bulan Desember tahun 2021.

Adapun kronologi kejadiannya, berawal dari tersangka dan korban berteman di grup Facebook Kerjasama Wirausaha pada bulan Oktober 2021. Dalam grup tersebut korban menawarkan kerjasama usaha tanam melon dengan membantu modal 75% dan tersangka modal 25% sedangkan hasilnya akan dibagi dua sama rata. 

Setelah sepakat, korban mentrasfer uang total Rp 35.000.000 pada bulan Oktober 2021. Pada Desember 2021 usaha melon panen namun hanya memperoleh uang Rp. 28.000.000. Korban mendapatkan bagian Rp15.000.000 dan tersangka Rp13.000.000.

Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Purbaya

Pada hari Jumat (5/8) sekitar pukul 17.00 WIB tersangka ditelepon korban untuk menjemputnya di Jogja. Tersangka kemudian berangkat menggunakan sepeda motor menjemput korban di Yogja. 

Sesampainya di Yogya tersangka bertemu dengan korban. Sekitar pukul 22.00 WIB tersangka dan korban berangkat dari Yogya. Selama perjalanan korban mengungkit-ungkit hasil panen melon tahun 2021. 

Kemudian terjadi cekcok dan sempat berhenti di depan Pantai Bugel Kulon Progo. Keributan tersebut dilerai oleh orang yang lewat. Kemudian tersangka dan korban melanjutkan perjalanan ke arah Kebumen. 

Sesampainya di sebelah barat area Bandara YIA tersangka berhenti dengan alasan ingin kencing. Saat itu tersangka sempat mengambil sebuah batu di dekat tersangka kencing dan disimpan di bawah tas korban yang berada di pijakan kaki depan sepeda motor. 

Tersangka dan korban melanjutkan perjalanan. Sampai di Desa Kentengrejo korban kencing, kemudian masuk ke jalan desa yang berada di tengah perkebunan.

Korban tewas tergeletak di jalan desa Kentengrejo

Sekembalinya korban dari kencing ketika korban akan menaiki sepeda motor, tersangka menendang sepeda motor tersebut sehingga korban terjatuh.

Pada saat itu tersangka mengambil batu yang disimpannya kemudian memukulkan di bagian kepala belakang korban. Mendengar korban masih bersuara, tersangka mengambil linggis dan kunci inggris yang berada di dalam jok motor. 

Singkat kata, tersangka menganiaya korban menggunakan linggis di bagian kepala, dada dan perut sampai korban bersimbah darah dan tidak bergerak lagi. 

Setelah itu tersangka mengambil HP korban, tas, topi, kemudian meninggalkan korban dalam keadaan bersimbah darah. Tersangka kemudian membuang tas, topi, kunci inggris, linggis dan batu pada saat perjalanan pulang ke Kebumen. 

“Adapun handphone korban dijual tersangka dan laku Rp.1.200.000.  Katanya telah habis untuk membayar hutang,” kata Kapolres.

Akibat mejahatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP, pasal 351 ayat 3 KUHP, dan pasal 365 KUHP ayat 3, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 belas tahun. (Nas)

Tinggalkan Komentar