Kasus Pelemparan HT Dapat Tanggapan dari Alumni, Begini Pernyataan Dr Ida Safitri

PURWOREJO, Kasus yang menimpa Layla P Ramadhan (16), siswi SMP Negeri 2 Purworejo yang jadi korban pelemparan handy talky (HT) oleh anggota Satlantas Polres Purworejo, mendapat perhatian dari Dr Ida Safitri Laksono, Sp.A, dokter pada RS Dr Sardjito yang juga alumnus SMPN 2. Saat ini Layla masih dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut.
Dalam keterangan yang beredar di grup-grup WA, Dr Ida Safitri menyatakan telah bertemu dengan Layla dan ibu korban, Santi. Dokter yang puteri Bupati Purworejo Kolonel H Soepantho (1975-1985) itu juga menyatakan telah membaca laporan medisnya.
Menurut Ida Safitri, kondisi Layla secara umum baik, tidak ada keluhan di organ lain selain mata kanannya. Kemarin telah dilakukan operasi repair bulb (perbaikan pada bola mata yang cidera). Masih sedikit nyeri jika membuka mata mngkin efek jahitan luka.
“Ternyata Layla pernah mengalami trauma mata kanan (mata yg sama) sebelum insiden kemarin. Trauma mata terjadi saat yang bersangkutan berusia 7 tahun,”jelasnya.
Akibat trauma tersebut, tulis Ida Safitri, dia (Layla) menderita katarak dan sudah dioperasi di RS Purworejo. Ketajaman penglihatannya menurun dengan Visus 1/300 (hanya mampu melihat lambaian tangan). Dengan tambahan trauma yang baru diperkirakan visusnya akan semakin turun (hanya mampu menangkap sinar).

“Tapi (kepastiannya) masih menunggu sampai luka post op pulih,”tandas alumnus SMAN 1 Purworejo angkatan 1984 itu.
Dr Ida Safitri juga mengaku telah berbicara dengan ibu korban dan pihak kepolisian. Wakapolres dan polisi pelaku pelemparan juga sudah mengunjungi dan menawarkan bantuan dalam bentuk upaya penanganan terbaik (kp rujuk ke RS lain di Jakarta).
“Ibu Santi juga menyampaikan agar berita simpang siur yang beredar (soal penyebab mata korban terkena HT?) bisa diluruskan,”tandas Dr Ida Safitri.

Ida Safitri juga menyatakan beruntung trauma baru itu terjadi pada mata kanan yang memang secarq fungsi sudah tidak optimal. Sehingga mata kiri yang normal tetap berfungsi baik.
Ida Safitri berharapsemua pihak bisa mengambil hikmah dark peristiwa tersebut. Khusus untuk para guru diharapkan dapat memberikan edukasi agar adik-adik yang belum punya hak untuk mendapatkan SIM tidak melanggar aturan. Padq saat ada razia petugas polisi juga harus berhenti.

“Kepada pak polisi juga hrs mengedepankan sikap profesional dalam bertugas dan tidak memakai pndekatan kekerasan,”pungkasnya. (*)

Tinggalkan Komentar