Kakanwil Ditjen Pajak Jateng II Ngopa Ngopi Bareng Wajib Pajak UMKM

PURWOREJO, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purworejo mengundang 60 wajib pajak dari kelompok UMKM untuk ngbrol santai dalam acara Ngopa Ngopi, Ngobrol Pajak Ngolah Pikir bersama Kakanwil Ditjen Pajak Wilayah Jateng II Rida Handanu, di Peron Stasiun KA Purworejo, Kamis (24/1) malam. Acara itu juga dihadiri Kepala KPP Pratama Purworejo Ir Yoepida Laksmijarta Soemantri, M.Si.

Ngobrol santai Ngopa Ngopi berlangsung santai dan diwarnai keakraban antara para wajib pajak dan Kakanwil Ditjen Pajak Jateng II Rida Handanu. Padahal materi yang didiskusikan termasuk pelik karena menyangkut seluk beluk perpajakan.
Suasana santai juga muncul karena arena Ngopa Ngopi disetting dengan nuansa romantis, dengan lampu redup dan suguhan angkringan. Panitia juga menyuguhi minuman kopi lokal tubruk robusta seperti Purbayan, Benowo, Gunung Condong, Pakisarum, dan Liberica Kemiri.
Kepala KPP Pratama Purworejo, Ir Yoepida Laksmijarta Soemantri, M.Si dalam pengantarnya mengatakan, Ngopa Ngopi digelar dengan maksud ingin lebih dekat dengan wajib pajak. Karena disadari, meski sudah sering dilakukan sosialisasi, tapi masih banyak yang belum memahami tentang pentingnya pajak.
“Pajak masih jadi momok bagi masyarakat. Wajib pajak masih segan datang ke kantor KPP Pratama. Oleh karena itu kami ingin menciptakan suasana lebih dekat dengan cara berdialog dengan para wajib pajak,”katanya.

Sementara itu Kakanwil Ditjen Pajak Jateng II Rida Handanu memuji kinerja KPP Pratama Purworejo yang pada tahun 2018 penerimaan pajaknya dinilai sangat baik. Di masa datang Purworejo diperkirakan akan lebih berkembang dengan adanya Otorita Borobudur.
Rida Handanu menegaskan, Ditjen Pajak telah melakukan reformasi besar-besaran di bidang sistem dan sumberdaya manusia. Jika sebelumnya Ditjen Pajak banyak mengejar ngejar wajib pajak, sekarang lebih fokus pelayanan.
“Pegawai kami tidak boleh terima uang satu sen pun dari wajib pajak. Apalagi sekarang sistem dibuat transparan,”tandasnya.
Diungkapkan, kini dalam pelayanan wajib pajak lebih mengutamakan pembangunan sistem. Sistem data sebagian besar menggunakan elektronik, sehingga secara sistem pengolahannya lebih baik dan mudah diawasi.
“Wajib pajak tak perlu khawatir petugas kami akan lakukan yang tak baik. Saat periksa wajib pajak pun masuk ke sistem. Jadi kalau ada yang tidak benar akan ketahuan,”ujar Rida Handanu. (Nas)

Tinggalkan Komentar