Kadindikpora: Jika SD Tak Diregruping, Purworejo Kekurangan 2.518 Guru

PURWOREJO, Wacana mengenai regrouping Sekolah Dasar di Kabupaten Purworejo masih akan terus disosialisasikan sebelum benar-benar dilaksanakan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto, SH, MM pada Rabu (24/3). 

“Diskusi mengenai regrouping Sekolah Dasar masih terus dilakukan, namun waktu eksekusinya masih belum bisa dipastikan,” kata Sukmo yang dihubungi via WhatsApp.

Sukmo menyampaikan, tujuan dari program penghapusan dan penggabungan SD ini adalah untuk meningkatkan layanan pendidikan yang efektif dan efisien. Selain itu, pengelolaan sekolah berbasis MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) menuju peningkatan mutu agar dapat berjalan dengan baik.  

Dijelaskan, sesuai Permendikbud No 23 tahun 2013 Bab II Pasal 2 Ayat (2) poin 5 menyatakan rasio ideal Guru dan Siswa SD/MI ialah 1:32. Namun pada kenyataannya, masih banyak SD di kabupaten Purworejo berada di daerah dengan tingkat kesulitan geografis yang tinggi, terpencil dan terisolir yang jauh dari kata ideal.

 

“Tidak semua SD di daerah terpencil dilakukan penghapusan dan penggabungan, itu semua sesuai syarat dan pertimbangan pejabat yang berwenang”, lanjut Sukmo. 

Berdasarkan data Penelitian Tindakan Kelas (PTK), jumlah tenaga pendidik di Kabupaten Purworejo masih sangat kurang. Tercatat sejumlah 5.179 tenaga pendidik yang dibutuhkan, namun saat ini hanya berjumlah 2.661 atau kurang 2.518 dari jumlah yang dibutuhkan. 

Ditambah lagi, proyeksi ke depan selama 2021-2025 akan ada 1.617 tenaga pendidik yang akan pensiun. Jika penghapusan dan penggabungan tidak dilaksanakan maka jumlah tenaga pendidik yang tersedia hanya 33% dari yang dibutuhkan. 

Tidak hanya itu, terlalu banyaknya SD/MI di Kabupaten Purworejo yaitu 507 sekolah menjadi salah satu alasan program regrouping ini. Idealnya, jumlah SD/MI di Kabupaten Purworejo berjumlah 297 Sekolah, dengan tiap rombongan belajar berjumlah 32 siswa.

Sebuah sekolah dasar di Purworejo

“Masih ada 34 sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 60, 117 sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 80, dan 204 sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 100,” imbuhnya.

Berdasarkan data tersebut, nantinya regrouping akan diberlakukan dengan ketentuan SD/MI yang akan dihapus dan digabungkan berada pada satu desa atau kelurahan, dua desa/kelurahan atau lebih yang berbatasan langsung pada satu kecamatan, serta dua desa/kelurahan atau lebih yang berbatasan langsung pada kecamatan yang berbeda.

Lebih rincinya, tambah Sukmo, jumlah siswa pada SD/MI gabungan paling sedikit 120 siswa. Kemudian jarak tempuh dari tempat tingga siswa ke SD/MI gabungan paling jauh 1,5 km dan waktu tempuhnya paling lama 120 menit jika berjalan kaki. Serta jarak SD yang akan dilakukan penghapusan dengan SD/MI gabungan paling jauh 2 km.

“Untuk waktu pelaksanaan regrouping ini memang blm tahu kapan, namun kajian dan diskusi terus dilakukan untuk mematangkan rencana ini jadi terkesan tidak terburu-buru atau kurang riset”, tandasnya. (AR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *