Jumat Kliwon di Bulan Suro, 1.159 Pusaka di Purworejo Dijamas

PURWOREJO, Sebanyak 1.159 pusaka yang ada di Purworejo dijamas bertepatan dengan hari Jumat Kliwon (12/8) di bulan Suro tahun ini. Prosesi jamasan pusaka diawali dengany
kirab dari pendopo menuju pelataran Museum Tosan Aji. Kepala Dindikbud Wasit Diyono memimpin kirab, didampingi Ketua DKP Slamet Anom Susilo yang baru dilantik sehari sebelumnya.

Sebanyak 15 personel reog cing po ling Ponco Manunggal Jati dari Desa Jati Rejo berpakaian khas merah putih dan hitam berada di barisan depan kirab, dari pendopo menuju pelataran Museum Tosan Aji tempat dilakukannnya jamasan.

Tiga keris pusaka yang akan dijamas dibawa beserta ubo rampe sesaji antara lain berupa bunga mawar, kelapa dan dupa. Pada barisan terakhir ditutup empat orang pembawa tombak.

Barisan reog cing po ling mengawali acara jamasan

Prosesi acara jamasan yang dihadiri 300an kepala SD dan SMP se- Kabupaten Purworejo itu diawali dengan penyerahan dua baki kembang berisi kembang mawar, kelapa muda atau cengkir yang bermakna kencenge pikir serta dupa yang bermakna wangi yang semerbak, dipersembahkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Keris pusaka milik Bupati Agus Bastian yakni Sabuk Inten dengan luk 11 dijamas terlebih dahulu. Pertama direndam dulu dalam air kelapa bercampur pace, kemudian disiram dengan kembang dalam jambangan yang telah diberi minyak cendana. Kemudian dibersihkan, dan terakhir dimasukkan (manjing) kembali ke dalam wrangka keris sebelum akhirnya diserahkan kepada Bupati.

Berikutnya giliran keris Tombak Baro Penatas dan keris Tilam Upih yang dijamas. Setelah menjamasi tiga keris pusaka tersebut, rombongan kirab kembali ke pendopo bersama Bupati.

Bupati Agus Bastian memberilan penjelasan kepada awak media

Ditemui usai prosesi jamasan, Bupati menyampaikan, Jamasan pusaka merupakan bentuk kesinambungan dan harus tetap dilestarikan sebagai budaya masyarakat Jawa. “Ini sebagai upaya nguri-nguri budaya dan merawat tinggalan leluhur,” katanya.

Disebutkan, ada 1.159 pusaka yang akan dijamas, paling tua berusia 600-an tahun yakni Keris Tunjung Drajat. Dipilihnya jamasan di hari Jumat Kliwon di bulan Suro, katanya, karena merupakan hari baik dalam tanggalan Jawa.

Ditambahkannya, selain jamasan, benda-benda pusaka juga nantinya akan dipamerkan di Art Center. “Sementara saat ini di Tosan Aji dulu,” pungkasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar