Jika Sampai Oktober Tak Ada Kasus Malaria Indigenous, Purworejo Eliminasi Malaria

PURWOREJO, Harapan Kabupaten Purworejo bakal bebas atau eliminasi malaria pada tahun 2021 ini mulai ada tanda-tanda positif. Data kasus malaria di Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo menunjukkan, sejak 2019 hingga April 2021, tidak terdapat kasus baru malaria yang berasal dari indigenous atau lokal.

“Syarat eliminasi adalah jika di suatu daerah tidak ditemukan kasus indigenous baru selama tiga tahun berturut-turut. Dan jika sampai akhir Oktober mendatang Purworejo bebas kasus baru, maka dapat sertifikat eliminasi,” jelas Triyo Darmaji, SKM, Kasi Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Selasa (6/4).

Dijelaskan, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, tinggal Purworejo dan Banjarnegara yang belum bebas malaria. Namun pihaknya optimistis tahun ini Purworejo dapat eliminasi.

Menurut Triyo, selama tiga tahun terakhir di Purworejo masih ditemukan penderita malaria, namun kategorinya impor. Tahun 2019 ada 30 kasus, 2020 6 kasus dan 2021 hingga April masih nihil.

Triyo Darmaji, SKM

“Tapi biarpun ada kasus, jika kasus impor, Purworejo akan tetap eliminasi. Batas jumlah kasus impor 1/10 jumlah penduduk, jadi sekitar 700 kasus,” terang Triyo.

Wilayah di Kabupaten Purworejo yang secara geografis menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk anopheles yaitu perbukitan Menoreh, yang meliputi Kecamatan Bagelen, Kaligesing, Loano dan Bener.

“Tapi berkat penanganan serius selama bertahun-tahun, kini perbukitan Menoreh tidak lagi ditemukan kasus indigenous.  Puluhan juru malaria desa disebar di sejumlah puskemas di empat kecamatan itu,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga memantau secara khusus beberapa daerah pandemi yang banyak ditemukan kasus malaria impor. Yaitu Bruno, Pituruh, Gebang, dan Kemiri. 

“Di empat kecamatan itu banyak warga pekerja musiman yang bekerja di luar Jawa. Mereka rawan membawa penyakit malaria. Oleh karena itu setiap ada warga pendatang, pihak Desa langsung berkoordinasi dengan Puskesmas untukmemeriksa darah mereka,” katanya. (Nas)

Tinggalkan Komentar