Jelang Natal dan Tahun Baru, PT KAI Daop 5 Beri Banyak Harga Promo

KUTOARJO, Selama Natal dan Tahun Baru 2021, PT KAI Daop 5 Purwokerto menyiapkan 32.010 tiket untuk 83 perjalanan yang melintas di Daop 5. Meski demikian, hingga saat ini baru 30% tiket yang terjual. Demikian disampaikan Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Eko Budiyanto dalam siaran pers di Stasiun Kutoarjo, Sabtu (19/12).

Menurutnya, PT KAI juga memberikan harga promo pada perjalanan kereta tertentu. “Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait promosi dan jadwal keberangkatan serta harga tiket, silakan pantengin KAI Akses karena promonya banyak dan tidak ajeg,” ucap Eko.

Diakui Eko, berkurangnya jumlah penumpang kereta karena pandemi yang menyebabkan orang membatasi diri untuk tidak melakukan perjalanan jauh bila dirasa tidak perlu.

Di masa pandemi, lanjut Eko, pihak KAI menerapkan prokes ketat, termasuk mewajibkan rapid tes antibody bagi penumpang jarak jauh.

Eko Budiyanto

Selama Natal dan Tahun Baru ini, lanjut Eko, PT KAI Daop 5 menyiapkan 29 unit lokomotif, 179 armada kereta, dan empat unit kereta penolong. Selain itu, mulai tanggal 20 Desember sampai 3 Januari 2021, KAI Daop 5 akan mengoperasikan KA Sawungggalih Utama jalur Kutoarjo -Purwokerto-Pasar Senen dan KA Purwojaya jalur Cilacap-Purwokerto-Gambir.

Eko menjelaskan, rapid tes yang dilakukan di stasiun dengan tarif Rp 80.000 memang belum rapid tes antigen karena masih menunggu kebijakan dari pemerintah. Pihaknya juga memberi kelonggaran bagi penumpang jarak jauh yang akan bepergian dapat menunjukkan hasil rapid tes dari puskesmas atau rumah sakit yang masih berlaku atau surat keterangan sehat dari rumah sakit. “Bukan dari dokter praktek biasa,” tegas Eko.

Menurutnya, naik kereta jauh lebih aman dari segi prokesnya dibanding naik bus. “Kami ada petugas yang mengontrol penggunaan face shield serta mengingatkan bila penumpang melanggar prokes. Faktor jaga jarak pun sangat kami pertimbangkan”.

Papan nama Stasiun Kotoarjo

Adapun Kepala Stasiun Besar Kutoarjo Andi Febri Laksana mengungkapkan, selama pandemi, jumlah penumpang yang naik dari stasiun Kutoarjo mengalami penurunan dratis. Jika sebelumnya dalam sehari bisa melayani 2.500 hingga 3.000 penumpang, tapi sekarang hanya berkisar 300 orang.

Demikian pula dengan kereta Prameks yang berada di bawah bendara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), mengalami penurunan separuh dari sebelumnya 1.000 kini hanya berkisar 500 penumpang.

Meski begitu, Stasiun Kutoarjo tetap melakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan terbaik. Seperti yang dilakukan saat ini dengan melakukan pembangunan sarana seperti pagar, ruang tunggu, serta penyediaan loket yang lebih representatif.

Baik Eko maupun Febri menyarankan agar calon penumpang membeli tiket secara online maupun go show (langsung) minimal tiga jam sebelum keberangkatan. Kebijakan itu akan diterapkan mulai tanggal 1 Januari mendatang. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *