Insiden Penembakan Perampok di Popongan, Satu Tewas Tiga Luka Parah

PURWOREJO, Kabar tentang penembakan terhadap kawanan perampok di kawasan Popongan, Senin (29/4) sore kemarin, akhirnya mendapatkan kejelasan. Insiden yang video dan foto-fotonya viral di media sosial itu terjadi di depan rumah makan Sri Rejeki, Desa Boro Wetan, Kecamatan Banyuurip.

Menurut sejumlah saksi mata, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Keempat terduga perampok itu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas setelah terjadi kejar-kejaran cukup panjang dari arah Yogyakarta dan terjadi baku tembak. Di bodi mobil yang ditumpangi kawanan perampok ditemukan banyak lubang bekas peluru.

Menurut Informasi yang berhasil dihimpun, keempat pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza Nopol B 1012 KMT. Mereka terhenti setelah menabrak truk bermuatan semen Nopol R 1751 GC yang dikemudikan Sarwono, warga Kabupaten Gunungkidul, yang melaju dari arah berlawanan (utara).

Mobil yang dikendarai para perampok mengalami kerusakan cukup parah di bagian mesin depan. Kaca belakang pecah, demikian halnya kaca bagian belakang sopir. Ada banyak bekas tembakan di badan mobil mulai dari depan, samping kanan kiri dan belakang.

Warga Borowetan, Hamdan, mengatakan, saat dia berada tidak jauh dari lokasi, dia mendengar suara benturan yang cukup keras. Dirinya langsung lari berusaha mendekati sumber suara. Dan ternyata kecelakaan antara Avanza yang menabrak truk pengangkut semen.

“Saat mau mendekat saya dilarang oleh petugas kepolisian berpakaian sipil, sambil menegur, ‘jangan mendekat, ada senjatanya. Berbahaya,’kata Hamdan menirukan permintaan petugas tersebut.

Lanjut Hamdan, saat itu, sebenarnya mobil telah dirubung banyak orang. Belakangan diketahui mereka semua adalah petugas kepolisian gabungan Polda DIY dan Polres Purworejo.

Sementara itu sopir truk, Sarwono, mengatakan, saat truknya ditabrak dalam posisi tengah berhenti karena ada kemacetan. Namun dari arah depan muncul kendaraan yang melaju oleng dan kemudian menabrak truk yang dibawanya.

“Saat setelah ditabrak, saya berusaha membuka pintu mobil tapi ditahan dan dihalang-halangi oleh petugas. Tidak lama kemudian, ada empat orang yang dikeluarkan dari dalam mobil dan langsung diborgol,” kata Hamdan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan, sopir berikut 3 orang penumpangnya merupakan buruan dari Polda DIY. Dia tidak tahu, mereka terlibat dalam kasus apa.

“Ini murni kasus TKP dari Polda DIY. Tadi katanya sempat kejar-kejaran dan ada baku tembak. Tampaknya mobil Avanzanya sudah berjalan tanpa ada karet bannya, mungkin tadi tertembak bannya dan nekat terus berjalan. Terlihat di velgnya sudah hampir habis,” kata Kasat Reskrim.

Karena mengalami luka yang cukup serius satu pelaku meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka yang cukup serius. Mereka selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu barang bukti yang diamankan dari dalam mobil diantaranya sepucuk pistol tanpa peluru dan beberapa butir peluru yang belum digunakan. (W5)

Tinggalkan Komentar