Beranda » Inovasi Kreatif Atasi Stunting, Kelurahan Sucenjurutengah Purworejo Gelar Lomba Cipta Menu Sehat

Inovasi Kreatif Atasi Stunting, Kelurahan Sucenjurutengah Purworejo Gelar Lomba Cipta Menu Sehat

BAYAN, PKK Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan mengadakan kegiatan Lomba Cipta Menu Sehat Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Kegiatan ini diadakan pada Rabu (10/7), bertepatan dengan pertemuan rutin PKK. Lomba diikuti oleh 12 kelompok perwakilan dari masing-masing lingkungan, masing-masing dua orang peserta di tiap kelompoknya.

Ketua TP PKK Kelurahan Sucenjurutengah, Woro Harini L. Agusmanto menyampaikan, tujuan dari lomba ini adalah untuk mengatasi masalah stunting. Woro berharap melalui kegiatan ini, anak-anak yang terkena stunting dapat menjadi sehat dan berat badannya naik, sehingga tidak mengalami stunting lagi. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian setiap keluarga terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak mereka.

“Kami berharap kegiatan PKK semakin maju dan bermanfaat, serta dapat mendorong ibu-ibu untuk memiliki kreativitas dan inovasi dalam menyajikan makanan sehat. Kegiatan seperti ini baru pertama kali diadakan di Kelurahan Sucenjurutengah,” ungkap Woro Harini.

Dalam lomba ini, ketentuan yang ditetapkan adalah para peserta harus membuat menu kudapan yang bergizi untuk mengatasi stunting dan menarik untuk disajikan. Tiga orang juri yang menilai lomba ini merupakan ahli gizi dari Puskesmas Bayan Puji Asminingsih, perwakilan PKK Kecamatan Heru Ratminah, dan dari unsur masyarakat Wiwik.

Ketua PKK Woro Harini L. Agusmanto saat memberikan pengarahan

Para juri memilih tiga juara yang akan diberikan hadiah pada perayaan HUT RI Agustus mendatang. Adapun ulasan dari salah satu juri adalah menyatakan bahwa menu yang berbahan dasar umbi-umbian, terutama dari ketela, harus dipadukan dengan kacang-kacangan karena ketela miskin protein. Stunting dapat dicegah dengan asupan protein yang cukup.

Juri juga menyampaikan bahwa menu makanan yang disajikan setiap kali makan di semua umur wajib mengandung empat golongan makanan yakni makanan pokok berupa beras atau non-beras. Selanjutnya kacang-kacangan misalnya tahu dan tempe yang mudah didapat, lalu sumber makanan yang mengandung vitamin A dari sayur dan buah, serta sumber protein hewani. Kreativitas dalam mengolah makanan ini menjadi lebih menarik juga menjadi salah satu kriteria penilaian.

Salah satu juri lomba, Heru Ratminah, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta lomba karena seluruh lingkungan mengirimkan wakilnya. “Ini bukan hanya sekadar lomba memasak, tetapi juga upaya untuk meningkatkan mutu pangan keluarga guna mencegah stunting,” kata Heru.

Lomba ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.(Ita)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *