Beranda » RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo Bangun Gedung Radioterapi Pertama di Kedu

RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo Bangun Gedung Radioterapi Pertama di Kedu

PURWOREJO, Saat ini RSUD dr Tjitowardojo Purworejo terus berkembang dan berupaya meningkatkan kualitas layanan rujukan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membangun gedung khusus Radiologi. Acara peletakan batu pertama dilakukan pada Rabu (10/7). Selain itu juga dilakukan launching inovasi pelayanan dengan mengundang Bupati Purworejo Yuli Hastuti.

Direktur RSUD dr Tjitowardojo, dr Tolkha Amaruddin menyampaikan, transformasi SDM dan teknologi kesehatan dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dijelaskan, ada tiga layanan yang dilaunching yaitu Trauma Center, PONEK Center dan Tjitra Home Care.

Lebih lanjut dr Tolkha menerangkan, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) merupakan salah satu kegiatan pelayanan dalam Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) dan mendukung Program Nasional.
Dikatakan, RSUD dr Tjitrowardojo bersama Dinas Kesehatan juga berusaha menekan angka kematian ibu dan anak.

“Dengan adanya inovasi layanan dan pelayanan radioterapi, RSUD dr Tjitrowardojo semakin bermanfaat dan mewujudkan visi Purworejo berdaya saing 2025,” ucapnya.

Dengan adanya inovasi layanan dan pelayanan radioterapi, RSUD dr Tjitrowardojo semakin bermanfaat dan mewujudkan isi Purworejo berdaya saing 2025. RSUD dr Tjitrowardojo menjadi yang pertama di wilayah kedu yang membangun pusat pelayanan kanker termasuk pelayanan radioterapi. Dokternya sudah siap,” paparnya.

Dr Tolkha Amaruddin bersama Bupati dan Kepala Dinkes Kabupaten Purworejo

Disamping itu, menurut dr Tolkha, sarpras di RSUD dr Tjitowardojo juga dilengkapi PICU-NICU kegawatan untuk bayi baru lahir atau bayi dengan risiko tinggi. “Penanganan kehamilan dan anak sudah sangat siap,” ucapnya mantap.

Adapun Bupati Yuli Hastuti menyebutkan, tantangan eksternal dalam pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan institusi pelayanan kesehatan berupa perubahan kebijakan nasional Kemenkes RI. Terutama dalam penerapan klasifikasi rumah sakit berdasarkan kompetensi pelayanan pada 10 masalah prioritas.

“Saat ini Kemenkes RI mendorong setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu rumah sakit yang memiliki kompetensi paripurna di setiap 10 masalah kesehatan. Tantangan kebijakan tersebut ditangkap oleh RSUD dr Tjitrowardojo sebagai Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Dinas Kesehatan yang telah melakukan pengembangan pelayanan dan berinovasi yang berkelanjutan,” jelas Bupati.

Terkait dengan inovasi yang dilakukan RSUD dr Tjitowardojo, Bupati memberikan saran agar dilakukan seminar ilmiah manajemen emergensi trauma. Hal tersebut perlu untuk menunjang program kesehatan dalam pengembangan SDM.

Bupati juga menyampaikan harapannya agar RSUD dr Tjitrowardojo semakin maju dan berkembang di masa-masa mendatang. “RSUD dr Tjitrowardojo berani mengambil peluang membangun Gedung Radioterapi dan Jasa Pelayanan Radioterapi secara simultan. Selain itu juga melakukan inovasi pelayanan baru, untuk melengkapi inovasi yang sudah berjalan. Pencapaian ini perlu kita apresiasi bersama,” tandasnya. (Ita)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *