Beranda » Diisukan Incar Posisi Wakil Bupati Dampingi Yuli Hastuti Pilkada 2024, Direktur PDAM  Purworejo Jawab Begini

Diisukan Incar Posisi Wakil Bupati Dampingi Yuli Hastuti Pilkada 2024, Direktur PDAM  Purworejo Jawab Begini

PURWOREJO, Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo sering terlihat menghadiri banyak acara bersama Bupati Yuli Hastuti. Tak jarang terlihat keduanya tampil bersama sehingga terkesan Hermawan mendampingi Yuli Hastuti. Hal ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah Hermawan akan mendampingi Yuli Hastuti dalam konteks  Pilkada sebagai bupati dan wakil bupati Purworejo mendatang.

Menjawab isu tersebut, Hermawan yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pandangan atau persepsi orang boleh berbeda-beda dan  itu merupakan hal yang lumrah. “Saya tidak istilahnya menyalahkan persepsi tersebut. Tapi dari skill, saya pribadi profesional saja, dalam arti saya di PDAM yang masih saya seriusi. Penugasan saya di PDAM kan membutuhkan profesionalisme yang menjadi tugas saya di sini,” jelasnya pada Kamis (6/6).

Meski begitu, kepada Purworejo News Hermawan mengaku belum pernah diminta secara eksplisit oleh Yuli Hastuti untuk mendampinginya pada pilkada mendatang. Hermawan yang setiap tahun mendapatkan penghargaan atas prestasinya memimpin PDAM ini menyampaikan, setiap kepentingan untuk kedinasan, dirinya siap mendukung 100%.

“Selama ini, kalau untuk kepentingan bupati yang mengarah pada kepentingan masyarakat dan kebaikan, saya dukung100%. Termasuk kerjasama dengan pihak lain, agar masyarakat bisa lebih sejahtera dan makmur,” ujarnya. Terkait kehadirannya di banyak acara bersama bupati, Hermawan menegaskan kalau kapasitasnya karena diundang.

Kebetulan pihaknya sering menjadi sponsor kegiatan. “Saya selalu sempatkan untuk hadir bila tidak ada acara berbarengan. Ini tidak lain agar masalah sosial yang ada bisa teratasi.  Di saat bersamaan bu Yuli juga rawuh, jadi kesannya ya itu, saya nempel beliau,” imbuhnya sambil tertawa.

Hermawan bersama Bupati Yuli Hastuti

Hermawan kembali menegaskan, bila diminta pada posisi mendampingi Yuli Hastuti atau siapa saja, dirinya akan mengkaji tawaran tersebut. “Saya tidak mau nggege mongso (mendahului takdir atau memaksakan diri, red), sesuai realitas, terukur, dan punya konsep agar bisa diterima dan matching dengan semua pihak, jadi suasana kebatinan akan kondusif,” katanya.

“Saya profesional karena secara kedinasan, jadi apabila diminta saya harus punya perencanaan yang matang dan tidak nggege mongso, itu saja. Jangan hanya kepingin tapi tidak paham aturannya,” tegasnya.

Hermawan pun menyoroti masalah tingginya biaya pilkada yang seolah membebani para calon. Menurutnya, hal tersebut sebenarnya relatif, namun ada distorsi pemahaman. Saat ini malah dijadikan tren dan kontra produktif. “Mindset generasi yang akan datang akan hancur kalau seperti itu, kalau kita berpikir jangka panjang. Harusnya mendidik anak cucu kita tentang demokrasi yang bersih. Kalau seperti itu akan menjadi ajang jual beli sesaat yang harusnya dihindari,” jelasnya.

Hermawan pun menyatakan bahwa kekurangan kita saat ini adalah dukungan teknokrat yang paham konsep wilayah, termasuk konsep memilih demokrasi yang tepat. “Pemimpin harus punya konsep yang kuat dan bisa diaplikasikan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang,” pungkasnya. (Dia)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *