Implementasikan Kurikulum Merdeka, SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo Gelar iHT

PURWOREJO, Pergantian kurikulum diperlukan agar pendidikan selaras dengan perkembangan generasi. Karena itu, pemikiran bahwa ‘ganti menteri ganti kurikulum’, harus diubah menjadi ‘ganti gerenerasi ganti kurikulum’. Adapun hal terpenting dari penerapan Kurikulum Merdeka adalah terbentuknya Profil Pelajar Pancasila sebagai tujuan pendidikan.

Demikian antara lain disampaikan Suwarto Jati, S.Pd, M. Eng, narasumber dari BPPMPV Malang saat menjadi pemateri dalam in House Training (iHT) di SMK Pembaharuan dan  PN 2 Purworejo, Selasa (31/5).

Acara  tersebut dihadiri Pembina Yayasan Pembaharuan Arie Edy Prasetyo, MBA, dan Pengawas SMK Cadin wilayah 8, H. Achmad Khamdani, M.Pd. Kepala SMK Pembaharuan Sugiri, M.Pd, dan Kepala SMK PN 2 Rakhmi Widayati, S.Sos pun turut mengawal seluruh guru yang menjadi peserta pelatihan.

Adapun Sugiri menambahkan bahwa pelatihan kompetensi berupa iHT diperuntukkan bagi kepala sekolah dan guru demi terciptanya SDM yang unggul. Menurutnya, pelatihan sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Rakhmi mengatakan, pelatihan dilaksanakan sebagai persiapan untuk menyongsong pembelajaran Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2022/2023. “Alhamdulillah SMK PN dan PN 2 sudah mendapatkan SK dari Kemendikbudristek serta Kepala Badan Standar Kurikulum dan Assesmen tentang Satuan pendidikan pelaksana implementasi kurikulum merdeka jalur mandiri,” ucapnya.

Pemateri bersama pembina yayasan dan KS SMK Pembaharuan dan PN 2

Sugiri berharap kepada peserta agar lebih kreatif dan inovatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Selain itu juga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik. Sehingga apapun kondisinya tidak menjadi halangan untuk tetap melakukan proses pembelajaran.

Sedangkan pengawas SMK Achmad Khamdani sangat mengapresiasi pelaksanaan iHT tersebut. “Kegiatan ini membuktikan bahwa sekolah benar-benar bersiap untuk menerapkan kurikulum baru,” ujarnya.

Hingga sore hari para peserta antusias mendapatkan materi pelatihan antara lain kebijakan Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka, penyusunan perangkat ajar, Pengembangan Profil Pelajar Pancasila, dan pengembangan asessmen. Materi disampaikan oleh narasumber dengan kegiatan pendalaman materi dan praktek. (Dia)

Tinggalkan Komentar