Hari Ini Total Rp 22 M, Ganti Rugi Proyek Bendung Bener Dibayarkan

BENER, Sebanyak 106 warga Desa Nglaris, Kecamatan Bener menerima uang ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan Bendung Bener tahap I, Rabu (3/2). Proses pemberian uang ganti rugi dilakukan di gedung Bumdes desa setempat, dibagi tiga tahap yakni pukul 10.00, 12.00, dan 15.00.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Purworejo, Sagimin menjelaskan, 106 orang yang menerima ganti rugi tersebut memiliki 154 bidang tanah desa. Adapun nominal rupiah yang digelontorkan pada tahap I sebesar Rp 22,351 miliar.

Meski demikian Sagimin menegaskan bahwa warga tidak menerima uang ganti rugi tersebut secara cash atau tunai, melainkan dimasukkan dalam rekening tabungan bank kepada masing-masing penerima.

Proses pencairan juga berlangsung ketat. Cara pembayaran langsung terkoneksi dengan BPN Pusat di Jakarta.

Sagimin

Mereka difoto satu persatu berikut data lengkap berisi nama, desa, luas tanah, serta nonimal ganti rugi. Mereka pun tidak boleh diwakilkan kecuali oleh ahli waris.

Seperti hari ini, ada empat warga yang tidak bisa mengambil uang ganti rugi karena sedang bekerja di luar negeri. “Mereka akan kami ikutkan pada tahap selanjutnya,” kata Sagimin.

Dirinya menyebut, nantinya ada total 42 ribu bidang yang akan diberi ganti rugi dan dibagi dalam beberapa tahapan. “Pencairan hari ini baru 3,66% dari total bidang tanah yang akan menerima ganti rugi,” ujarnya.

Setelah Desa Nglaris, kata Sagimin, berikutnya yakni Desa Guntur, Bener, dan Kedungloteng. Adapun Desa Limbangan dan Karangsari belum masuk daftar.

Proses pemberian ganti rugi

Hal tersebut menurutnya, karena dua desa itu belum lolos assesmen dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang menangani proses tersebut. Ia berharap semua yang sudah diproses dapat dibayarkan paling lambat akhir Mei.

Lebih lanjut Sagimin menjelaskan, pihaknya memberikan ganti rugi dalam tiga kategori, yakni kategori tanah, bangunan, tanaman/tegakan, dan non fisik.

Sagimin juga menyebut nominal terbanyak penerima ganti rugi senilai Rp 1,12 miliar. Yakni milik Dwinarman yang memiliki tanah kebun seluas hampir 7 ribu meter persegi berisi tanaman keras seperti kayu sonokeling dan durian.

Semiyati, Rp 205 juta lebih

Sagimin menilai, acara berjalan dengan lancar. “Tadi memang sempat ada demo dari warga. Tapi protes mereka positif, yakni ingin segera dicairkan uang ganti ruginya seperti teman-teman mereka hari ini,” kata Sagimin.

Salah satu warga yakni Semiyati (63) mendapatkan Rp 205.442.585 untuk mengganti kebun seluas 1.279 m2 yang ditanami tanaman keras seperti buah duku dan kayu jabon.

“Karena ini tanah warisan maka uangnya akan saya kasih untuk dua anak saya, sisanya buat beli sawah atau kebun lagi,” ujar Semiyati. (Dia)

 1,197 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *