Hari Bakti Pemasyarakatan, Sekda: Lapas Kembalikan Orang Bermasalah Hukum Jadi Bermartabat

PURWOREJO, Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55, tentu bukan usia yang muda sehingga kita harus menjadikan semua ini untuk introspeksi dan melangkah mencapai tujuan yang kita cita-citakan. Terlebih Pemasyarakatan merupakan tugas yang mulia, sebab peran dari Pemasyarakatan, mengembalikan orang-orang yang bermasalah atas kasus hukum menjadi manusia yang bermartabat. Bahkan juga menjadikan orang yang mandiri.
Hal tersebut disampaikan Bupati Purworejo yang diwakili Sekda Drs Said Romadhon pada tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55, di pendopo kabupaten, Kamis (2/1). Hadir pula Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Marasidin Siregar, Kepala Lembaga Pemasyarakat Purworejo Lukman Agung Widodo, dan dinas instansi terkait.
Lebih lanjut Sekda mengatakan, Lembaga Pemasyarakatan merupakan institusi dari sub sistem peradilan pidana yang mempunyai fungsi strategis sebagai pelaksanaan pidana penjara sekaligus sebagai tempat pembinaan bagi narapidana.

“Warga binaan juga anak-anak bangsa seperti saudara-saudaranya yang berada di luar tembok Lapas. Sehingga melalui perantara Bapak/Ibu jajaran Pemasyarakatan, mereka bisa menjadi manusia-manusia yang lebih baik dan mandiri setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan/rumah tahanan,”tandas Sekda.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Marasidin Siregar mengatakan, sejak digagasnya sistem pemasyarakatan pada tanggal 27 April 1964 yang kita kenang saat ini jangan hanya menjadi piranti nostalgia saja. Tapi harus menjadi spirit legacy sebagai semangat juang pemasyarakatan yang penuh dedikasi, loyalitas, intgritas yang tinggi sehingga mampu mewujudkan pemulihan kembali kesatuan hubungan hidup,kehidupan dan penghidupan bagi narapidana.

Dikatakan, diperlukan kerjasama dengan para stakeholder terkait baik dari unsur pemerintah, swasta dan masyarakat, karena saat ini paradigma harus berubah, UPT Pemasyarakatan harus ditrasformasikan sebagai pranata sosial untuk menyiapkan masyarakat yang tangguh, berketrampilan,dan memiliki produktifitas yang tinggi agar siap berkopetensi dalam persaingan global,” tutur Marasidin Siregar. (*)

Tinggalkan Komentar