Hanya Mampu Tampung 65 Ton Sampah Per Hari, TPA Jetis Purworejo Overload

PURWOREJO, Banyaknya jumlah sampah yang harus ditangani setiap harinya menjadi masalah krusial bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (LHP) Kabupaten Purworejo saat ini. Pasalnya, setiap hari sebanyak 65 ton sampah baik yang berasal dari rumah tangga maupun pasar harus diangkut ke TPA Jetis Kecamatan Loano. Padahal TPA hanya seluas 4,69 hektare dan kapasitasnya makin terbatas.

Ditemui di ruang kerjanya, Kadin LHP Wiyoto Harjono, MT mengatakan, sebenarnya setiap harinya ratusan ton sampah yang dihasilkan oleh penduduk yang ada di Purworejo. “Tapi baru 65 ton sampah yang bisa dilayani di TPA Jetis,” kata Wiyoto.

Disebutkan, jumlah sampah yang disetorkan ke TPA bisa jauh berkurang jika masyarakat bisa memilah serta mengolah sampah, misalnya menjadikannya kompos.

Kadin LHP Wiyoto Harjono, TPA Jetis overload

“Artinya pengolahan sampah berbasis hulu yakni di lingkungan rumah dengan adanya bank sampah yang memilah sampah bernilai ekonomis, serta mengolahnya menjadi kompos,” imbuh Wiyoto. Dengan demikian sampai yang diangkut ke TPU hanyalah sampah residu.

Wiyoto melanjutkan, dari 65 ton sampah yang diangkut setiap harinya, sebagian dikelola menjadi kompos. “Setiap bulannya dihasilkan sekitar 24 ton kompos dari bahan sampa tersebut. Tapi pemanfaatannya baru sebatas untuk pemeliharaan taman yang ada di Purworejo”.

Menurutnya, Purworejo memiliki 31 hektar yang digunakan untuk taman. Antara lain Heroes Park, Taman Purwodadi, Bagelen, dan sepanjang Jalan Tentara Pelajar.

Pengolahan kompos di TPA

Wiyoto menyampaikan, ke depan akan direncanakan perluasan TPA sampah. Saat ini sudah ada tiga tempat yang representatif meski perlu kajian mendalam terkait banyak hal.

Wiyoto berharap agar masyarakat bisa memilah dan mengolah sampah agar untuk mengurangi beban sampah yang harus diangkut ke TPA. “Dimulai dari bagian terkecil yakni rumah tangga yang dikembangkan melalui bank sampah,” tandas Wiyoto. (Dia)

Tinggalkan Komentar