Guru SMPN 10 dan SMPN 36 Purworejo Wajib Ikut Workshop Kurikulum Merdeka

GRABAG, Sebagai bentuk kesiapan menghadapi sistem ajar baru yakni Kurikulum Merdeka, SMPN 10 dan SMPN 36 menggelar workshop bagi 82 guru dan komite di dua sekolah tersebut. Workshop yang mengupas tuntas implementasi Kurikulum Merdeka itu digelar pada Selasa (28/6) di aula SMPN 10, Grabag.

Dari pagi hinga sore hari, para peserta mengikuti materi workshop yang disampaikan oleh Umi Mazro’ah, S.Pd, M.Pd.l, kepala SMPN 1 Beringin Semarang yang sudah fasih mengaplikasikan kurikulum yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim itu.

Sebelum menelisik tentang Kurikulum Merdeka, para peserta mendapatkan gambaran umum Kurikulum Merdeka terlebih dahulu. Juga materi tentang dimensi profil Pelajar Pancasila. Para guru pun menelaah modul proyek dan modul ajar yang akan diaplikasikan dalam sistem pembelajaran.

Kepala SMPN 10 yang juga merangkap Plt Kepala SMPN 36 Tuwuh Sutrisno, M.M.Pd kepada Purworejo News menjelaskan, workhsop sangat diperlukan oleh para pendidik saat ini karena akan segera diimplementasikan pada tahun pelajaran 2022-2023 mendatang.

Tuwuh Sutrisno, semua guru wajib paham Kurikulum Merdeka

“Pengetahuan para guru juga masih minim terkait Kurikulum Merdeka. Padahal bulan Juli mendatang harus sudah diimplementasikan,” ucap Tuwuh.

Dirinya menjelaskan, ada beberapa perbedaan mendasar antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. “Sekarang mapel TIK menjadi pelajaran wajib untuk mengikuti perkembangan teknologi. Sedangkan Seni dan Prakarya jadi mapel pilihan yang semula wajib,” lanjut Tuwuh.

Selain itu perbedaan lainnya, pada Kurikulum Merdeka setiap siswa diberi layanan sesuai spesifikasinya. Itulah sebabnya, lanjut Tuwuh,
sebelum pembelajaran diadakan tes diagnostik terlebih dahulu untuk mengetahui pola belajar siswa; ada yang kinetik, ada juga yang belajar sendiri.

Hal mendasar dan paling penting dari Kurikulum Merdeka yakni adanya pembentukan profil Pelajar Pancasila. Nantinya ada enam profil yang telah disusun. Sekolah diberi kebebasan menentukan waktu penerapan materi untuk pembentukan profil Pelajar Pancasila.

Para peserta workshop mendiskusik materi Kurikulum Merdeka

“Untuk SMPN 10 sepakat akan diberikan pada pertengahan semester dan akhir semester. Nantinya dalam jangka waktu satu minggu selama 36 jam siswa akan mendapatkan penilaian proyek,” kata Tuwuh.

Dirinya menegaskan, seluruh guru tanpa kecuali wajib mengikuti workshop. “Bahkan ada guru yang dua bulan lagi akan pensiun tetap wajib ikut. Tujuannya ya supaya mengetahui tentang Kurikulum Merdeka secara detil. Ini bisa dihitung juga sebagai sangu pensiun” kata Tuwuh.

Ditambahkannya, Kurikulum Merdeka yang menekankan pada penggunaan teknologi dan pembentukan karakter siswa dengan mengamalkan Pancasila diharapkan dapat mengubah mindset pendidik untuk lebih baik lagi di masa mendatang.

Salah satu peserta workshop, Arif Sutoto, guru SMPN 36 menyampaikan kesannya menjadi peserta workshop. “Ini menarik dan membuka wawasan saya sebagai seorang guru. Juga banyak hal baru yang akan diperoleh siswa melalui kurikulum ini,” kata Arif. (Dia)

Tinggalkan Komentar