Gubernur Pantau Penanganan Covid-19 di Purworejo

PURWOREJO, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (1/7) meninjau RSUD Dr Tjitrowardojo dan Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo, yang sebagian warganya sedang melakukan isolasi mandiri. Gubernur disambut oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, Kepala Dinas Kesehatan dr Sudarmi, MM, Kepala Dinas Sosial sekaligus Plt Direktur RSUD Tjitrowardojo dr Kuswantoro, M.Kes dan pejabat terkait lainya.

Di RSUD Dr Tjitrowardojo, Ganjar mengingatkan pihak rumah sakit agar bersiap siaga penuh untuk menghadapi kenaikan kasus positif, apalagi Purworejo diapit oleh DIY dan Kebumen yang notabene sudah terjadi peningkatan kasus semenjak beberapa waktu lalu. 

“Walaupun di Purworejo sudah mulai terpantau peningkatan kasus, namun persiapan rumah sakit sudah cukup baik,” ungkapnya. 

Secara khusus, Gubernur memerintahkan seluruh rumah sakit untuk menambah bed untuk pasien Covid-19. 

“Kita harus siap semuanya. Memang melelahkan, tapi ini tanggungjawab kita kepada masyarakat. Ayo rumah sakit jangan pasif, jangan menunggu. Kalau ada kendala langsung sampaikan, nanti biar dibereskan dan kita bantu dari Provinsi,” tegas Ganjar.

Ganjar Pranowo saat di Wirun

Disampaikan, secara umum  penanganan Covid-19 di Kabupaten Purworejo sudah baik, namun masih ada beberapa fasilitas penting seperti alat PCR yang harus dilakukan pengadaan. Sehingga nantinya dapat mempercepat testing dan memudahkan penanganan pasien.

Selanjutnya, Gubernur memantau isolasi mandiri yang ada di Dusun Ngandagan, Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo yang terdapat 34 warga sedang menjalani isolasi mandiri. 

Dikatakan penanganan di Desa Wirun bisa dijadikan contoh bagi desa yang lain. Dimana Desa Wirun melakukan lockdown tingkat RT dan memanfaatkan jogo tonggo yang berjalan baik, sehingga manfaatnya sangat terasa bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. 

“Ini bagus sekali ya, bahkan di saat ada RT yang lockdown, RT yang lain membantu secara sukarela. Jogo tonggonya juga aktif untuk memenuhi kebutuhan warga yang isoman sambil memantau kesehatanya. Inisiatifnya sangat bagus,” pujinya.

Lebih lanjut dikatakan, ke depan peraturan akan lebih diketatkan. Aparat diminta untuk lebih tegas dalam menegakkan aturan protokol kesehatan. Sementara warga diminta agar tidak melanggar protokol kesehatan, karena akan berhadapan dengan petugas jika melanggar. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *