Gogoh Lele di Saluran Irigasi, Cara Warga Desa Legetan Rayakan Lebaran

BENER, Kepala Desa Legetan Kecamatan Bener, Fauzi, punya cara unik untuk membuat warganya bahagia bersama. Yakni dengan mengadakan acara gogoh lele atau menangkap dengan tangan kosong di saluran sungai irigasi sepanjang 50 meter.

Sontak acara yang digelar pada Jumat (6/5) sore itu menjadi keseruan tersendiri bagi warga sekitar, khususnya di RT 4 RW 1.

Puluhan laki-laki dari anak-anak hingga orang tua turun ke saluran irigasi yang sebelumnya telah dibendung lalu dimasukkan ikan lele sebanyak satu kuintal dengan berbagai ukuran.

Sedangkan ratusan ibu-ibu dan anak-anak menyaksikan dari tepi saluran irigasi sambil memberi semangat.

Fauzi (kanan) dan dua sahabatnya yang ikut mendukung gogoh lele

Keseruan tampak dari gelak tawa warga yang riuh melihat aksi para penggogoh yang kadang berebutan satu sama lain. Ada warga yang dengan mudahnya memperoleh lele, tapi ada juga yang tidak mendapatkan satu pun.

Selama satu jam mereka berlomba menangkap lele. Fauzi menyediakan 10 lele bertanda khusus yang masing-masing bernilai Rp 50.000 bagi yang berhasil menangkapnya. Adapun hasil tangkapan boleh dibawa pulang dengan cuma-cuma.

Setelah satu jam berlangsung, bendungan air pun dibuka untuk kemudian lele bebas diambil warga. Mereka bersuka cita dengan panen lele yang diberikan secara gratis tersebut.

Kepada Purworejo News Fauzi menjelaskan, gogoh lele merupakan tradisi yang diadakan setiap tahun saat libur lebaran.

Seorang peserta menunjukka ikan hasil gogohannya

“Ini kami adakan lagi setelah dua tahun absen karena pandemi dan tidak ada pemudik,” jelasnya.

Ya, karena acara tersebut sebagian disponsori oleh para pemudik yang jumlahnya mencapai puluhan orang perantau.

“Tujuannya adalah sebagai ajang silaturahmi dan refreshing warga,” ungkap Fauzi yang telah tiga periode menjadi kades itu.

Selain itu acara gogoh lele tahun ini juga sebagai sarana tasyakuran atas selesainya pengerjaan jalan lingkungan di RT 4.

Peserta berhasil mendapatkan ikan lele berukuran besar

“Proyek pengerjaan jalan sepanjang 650 meter bantuan dari gubernur senilai Rp 200 juta ini dikerjakan oleh warga sini,” katanya.

Maka tidaklah berlebihan bila warga bersyukur karena jalan yang semula hanya berupa tanah liat itu bisa selesai beberapa hari sebelum lebaran.

“Alhamdulillah warga desa sini bisa guyup rukun dan saling membantu. Acara gogoh lele ini Insya Allah akan terus berlanjut sebagai sarana ukhuwah warga,” pungkas Fauzi. (Dia)

Tinggalkan Komentar