Geruduk Kantor BPN, Ratusan Warga Tagih Janji Pembayaran Ganti Rugi Tanah Bendung Bener

PURWOREJO, Ratusan warga yang terdampak Bendung Bener menggeruduk kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo, Selasa siang (9/3). Mereka menagih janji pembayaran ganti rugi tanah yang sudah disepakati. Mereka datang menggunakan berbagai moda kendaraan dari mulai motor, mobil, bus hingga truk.

Para pendemo berasal dari tujuh desa yang terdampak Bendung Bener. Yakni Desa Limbangan, Nglaris, Guntur, Kemiri, Kedung Loteng, Bener, dan Karangsari. Mereka tiba di Kantor BPN Purworejo sekitar pukul 13.00.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sebanyak 10 perwakilan warga yang masih berada di kantor BPN ditemui oleh Kepala BPN Dr Eko Suharto, ST, M.Si beserta pejabat terkait.

Eko Siswoyo, korlap Masterbend (Masyarakat Terdampak Bendung Bener) mengungkapkan, kedatangan warga adalah untuk menagih janji pihak BPN yang akan membayar ganti rugi.

Eko Siswoyo menyampaikan aspirasi warga terdampak Bendung Bener

“Seharusnya ganti rugi dibayarkan tanggal 28 Februari. Tapi sampai hari ini kok belum dibayarkan. Padahal warga sudah menunggu uangnya untuk segera digunakan,” ungkap Eko.

Menganggapi hal tersebut, Kepala BPN Eko Suharto menjelaskan, tanggal 24 Februari pihaknya membuat surat tentang pengajuan ganti rugi tersebut.

“Kemudian tanggal 25 Februari surat tersebut kami kirim ke Jakarta melalui WhtasApps dan ditindaklanjuti dengan zoom meeting hingga keesokan harinya,” jelas Eko.

Puncaknya pada tanggal 3 Maret Menteri Agraria dan Tata Ruang memutuskan untuk membuat diskresi. Yakni menerima hasil musyarawah yang sudah disepakati serta akan dibuat surat terkait hal tersebut.

“Sampai hari ini surat sedang disempurnakan karena ada kesalahan angka. Tujuannya agar surat yang ditandatangani tidak ada yang tercecer atau ada kesalaha hukum. Saya jamin surat segera ditandatangani oleh pak Menteri. Saya ikut memantau perkembangan surat tersebut,” tegas Eko Suharto.

Dr Eko Suharto, mudah-mudahan cair dalam seminggu ke depan

Bila surat sudah diterimanya, lanjut Eko, pihaknya akan segera meminta Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk segera memprosesnya.

“Tidak ada perubahan harga. Kemarin yang disetujui itulah yang akan dibayarkan. Dana yang akan dikeluarkan oleh LMAN pun sudah siap,” tandas Eko.

Meski sudah mendapatkan jawaban dari pihak BPN, rupanya perwakilan warga masih terus mendesak kepastian waktu pembayaran. “Kami minta kepastian waktunya agar tidak mulur-mulur lagi,” kata Husnul Khotimah, salah satu perwakilan warga lainnya.

Tak hanya itu, warga juga menyampaikan akan menginap di gedung BPN bila belum ada kepastian waktu pembayaran. Menanggapi hal itu Kepala BPN meminta warga agar bersikap bijak karena dirinya juga memperjuangkan persoalan tersebut sekuat tenaga.

Ia memastikan surat diproses dalam waktu 1-2 hari. Setelah itu dirinya akan menghubungi LMAN dan segera memproses pembayaran ganti rugi kepada warga terdampak.

Usai pertemuan, sekitar pukul 15.00 ratusan warga meninggalkan kantor BPN dengan tertib. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *