Gelar Pengajian di Purworejo, UAS: Selama Ada Kamera, Saya Masih Tetap Bisa Ceramah

GRABAG, Meski mendapat penolakan mengadakan tablig akbar di Masjid al Izhaar Kutoarjo, Ustad Abdul Somad  (UAS) tetap hadir di Purworejo, tepatnya di Pondok Pesantren Al Anshory Desa Tulusrejo Kecamatan Grabag. Di hadapan ratusan hadirin, UAS menyampaikan ceramah pada Sabtu (16/7) malam mulai mulai pukul 21.30 hingga 22.40 dan disiarkan secara live di kanal Youtube TV Nabi.

Dalam ceramah bertema anak muda, orang kaya, dan yang berkuasa sebagai tiang agama Islam itu, secara implisit UAS sempat menyentil perihal pihak-pihak yang menolak kehadirannya. “Abdul somad bukan ahli sunah wal jama’ah, Abdul Somad ceramahnya keras. Apanya yang keras, (padahal) setiap ceramah pada hihihi?,” tanyanya.

Dengan gayanya yang khas, UAS juga menyebutkan banyak yang tidak suka dengan isi ceramahnya. “Hatimu mungkin marah, tapi
Abdul Somad tidak pernah marah. Abdul Somad tidak pernah mencari musuh, membenci partai, apalagi menyebut nama orang,” tegasnya yang disambut tepuk tangan jamaah pengajian yang memenuhi halaman ponpes.

UAS diantara ulama dan kiai yang mendampinginya saat acara berlangsung

Lebih lanjut UAS menyebutkan, dirinya tidak takut dihalang-halangi. “Setengah mati kau akan menceraikan Abdul Somad, tidak akan ketemu, karena yang kau temukan adalah kebenaran. Hatimu mungkin membenarkan, tapi kau malu karena jabatan dan kekuasaan,” lanjutnya.

UAS menambahkan, dirinya akan terus berceramah meski ada pihak yang berusaha menggagalkannya. Andai semua jamaah ini pulang semua, katanya, dirinya masih akan terus berceramah.

“Selama masih ada kamera saya tetap bisa ceramah. Hilang di Youtube, muncul di face book, hilang di Face book muncul di ig, hilang di ig muncul di tiktok, hilang di tiktok, muncul di WhatsApp. Kamu mungkin tidak suka tentang UAS, tapi di kamar, ibumu sedang tersenyum mendengarkan ceramah  UAS,” ucapnya enteng.

Jamaah pengajian yang memadati halaman Ponpes Al Anshory

UAS juga menegaskan bahwa dirinya bukan ustad kaleng-kaleng. Ulama yang dianggap kontroversial itu menjelaskan jenjang pendidikannya mulai S1 di Kairo Mesir hingga S3 di Omdurman Sudan. “Saya melanjutkan kuliah S2 di Maroko yang hanya menerima 20 mahasiswa, lima diantaranya dari luar Maroko,” imbuhnya.

UAS pun mengatakan bahwa dirinya cinta merah putih. Hal itu, katanya, dibuktikan dengan outfit yang dikenakannya yakni baju putih dan peci merah. “Jadi apa dasarnya marah sama Abdul Somad?,” begitu tanyanya, entah kepada hadirin atau kepada pihak lain. (Dia)

Tinggalkan Komentar