Gelar MPLS, SMAN 5 Purworejo Undang Motivator, Kepolisian dan Ahli Pendidikan Karakter

LOANO, SMAN 5 Purworejo menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah kepada siswa baru, Senin (11/7) lalu. MPLS diimuti oleh 252 siswa kelas 10. Momentum itu  dimanfaatkan oleh untuk membentuk karakter siswa baru. 

Heru Purwanto, M.Pd, Waka Humas SMAN 5 Purworejo, mengatakan dalam kegiatan MPLS kali ini pihaknya mengundang motivator, personel kepoloisian, koramil dan ahli pendidikan dari PGRI untuk bersama-sama membekali siswa baik secara mental maupun literasi yang dibutukan. 

Kegiatan MPLS yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Juli ini dipusatkan di aula sekolah dan diakhiri dengan pentas seni.

“Di waktu lalu ada masa-masa dunia pendidikan terlalu mendewakan prestasi akademik. Sekolah kami ingin pendidikan karakter menjadi dasar dalam kegiatan pengajaran. Siswa punya budaya takzim pada orang tua dan guru, punya budaya komunikasi dan etika yang kepada teman sebaya dan oarang yang lebih tua. Kami ingin Profil Pelajar Pancasila itu benar-benar terlihat nyata di SMA Negeri 5 ini,” ujar Heru Purwanto, alumni S2 pendidikan bahasa Inggris UNY ini.

Sementara utu Kepala SMAN 5 Purworejo, Cahyo Winarno, M.Pd., menjelaskan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua tahun dampak dari covid19 membuat sekolah harus berjuang lebih untuk membentuk kembali karakter siswa. 

“Jadi untuk kelas 10 ada 252 siswa, total 738 siswa. Dan untuk pembentukan karakter kita seperti memulai dari nol. Bayangkan, mereka dua tahun PJJ. Dan pendidikan karater itu tidak bisa hanya diajarkan di tiga hari pertama masuk, tetapi sekolah harus mengkondisikan dan terus membiasakan hari demi hari,” tandasnya.

Sehingga, kata Cahyo, diharapkan siswa mempunyai pribadi yang unggul, berbudi pekerti luhur dan memiliki kepedulian terhadap warga sekolah dan masyarakat sekita,” jelas Kepala Sekolah yang mengawali karirnya dari menjadi guru di SMA 10 dan SMA 1 Purworejo itu.

Di hari kedua, MPLS diisi oleh Motivator dari Pituruh, Salwianto, M.Pd. Dalam paparannya ia mengajak para siswa baru untuk bercita-cita tinggi dan jangan pernah minder apapun kondisi ekonomi dan latar belakang keluarganya. 

Para siswa baru antusias mengikuti paparan dari motivator

Siswa tampak antusias mengikuti slide-slide presentasi yang menampilkan profil anak-anak dari keluarga miskin yang berhasil kuliah di universitas papan atas, lulus cumlaude dengan beasiswa penuh.

Menurut Salwianto, anak-anak perlu contoh dan inspirasi. Keberhasilan itu harus direncanakan, dan dia ingin para siswa mempersiapkan diri dari awal.

“Dari pengalaman saya sebagai guru dan pengelola bimbingan belajar tes masuk Peguruan Tinggi Negeri (PTN), anak-anak yang bisa lolos SNMPTN (kuliah jalur beasiswa) adalah mereka yang rata-rata nilai rapor tiap mata pelajaranya 85. Dan itu nilai rapor semester 1 sampai dengan 5, yang nilainya di bawah itu biasanya tidak lolos,” kata Kepala Bimbingan Belajar dan Motiwasi BSC Purworejo ini. 

Ditambahkan Salwianto, untuk lolos PTN favorit siswa harus mempersiapkan diri dari kelas 10. Tidak bisa hanya coba-coba atau ikut-ikutan di kelas 12. Dari awal siswa harus mengatur waktu untuk belajar tambahan, memilih teman yang positif dan lingkungan yang mendukung serta menjaga kesehatan. 

Salwianto (kiri) dan Heru Purwanto

Ia juga mewanti-wanti siswa agar selalu mengevaluasi diri apakah aktivitasnya membawa mereka kepada terwujudnya cita-cita atau malah kontra produktif dengan impiannya.  

Pemateri dari PGRI, Pawit Srentyono, S.Kom memaparkan materi seputar IT, Cyber dan pencegahan radikalisme di medsos. Dikatakan siswa harus menggunakan medsos (media sosial) dan smartpone sebagai sarana pendukung belajar. 

Siswa kekinian harus bijak dalam bermedsos, jangan mudah terpengaruh dengan ormas garis keras dengan isu-isu radikalisme dan intoleransi. Cegah semua itu dengan semangat cinta NKRI dan menyayangi sesama. Sema warga negara adalah bersaudara, pungkasnya. 

Kegitan MPLs yang berakhir hari ini juga memelibatkan Koramil Loano yang memberikan materi seputar Kesadaran Wawasan Berbangsa dan Bernegara. Dan dari Polsek Loano yang memberikan materi Cegah Bullying dan Narkoba. (***)

Tinggalkan Komentar