Ganti Rugi Tanah Bendung Bener, Mbah Ramsiyah Terima Rp 2,5 Miliar

BENER, Wajah Ramsiyah (73) warga Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Kecamatan Bener, tampak sumringah usai menerima ganti rugi proyek Bendungan Bener dari dua bidang tanahnya senilai hampir Rp 2,5 miliar. Uang sebesar itu merupakan ganti rugi atas tanahnya seluas 6.006 m2 senilai Rp 2.141.757.581 dan tanah seluas 561 m2 senilai Rp 310.407.421.

Uang sebanyak itu, kata Ramsiyah yangdidampingi oleh Amat Likun cucunya, akan digunakan untuk modal membuka usaha kelapa sawit di Sumatera serta membeli lahan sawah.

Turahe nggo tuku panganan tahu tempe ,” ucap Ramsiyah yang memiliki 5 anak, 13 cucu, dan 3 cicit itu, dengan nada bercanda, usai menerima buku tabungan Britama, Kamis (25/3).

Bersama 315 warga Desa Guntur lainnya, Ramsiyah akhirnya menerima ganti rugi yang dibayarkan hari ini, Kamis (25/3). Proses administrasi dilakukan di kantor PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk yang berlokasi di Desa Guntur.

Mbah Ramsiyah saat menandatangani dokumen pencairan ganti rugi

Staf Kementerian PUPR Imam Susilo saat ditemui di lokasi mengatakan, pembayaran ganti rugi akan dilakukan hingga hari Kamis depan dengan total 1.139 bidang.

“Jumat besok sebanyak 212 bidang tanah Desa Guntur. Hari Senin depan 164 bidang milik warga Desa Bener. Selasa 244 bidang Desa Kemiri, Rabu
169 bidang milik warga Desa Kemiri, dan Kamis 33 bidang tanah milik warga Desa Kedungloteng,” terang Imam.

Dijelaskannya, dari 1.500 bidang tanah, ada 1.139 bidang tanah yang akan menerima uang ganti rugi dalam seminggu ini. Sisanya sebanyak 361 bidang masih terus diproses seiring dengan perbaikan adminsitrasi yang harus dilakukan.

“Misalnya perbaikan kesalahan nama atau NIK. Kalau sudah diperbaiki bisa langsung diproses,” tegasnya.

Terkait total nominal ganti rugi yang diberikan, Sagimin, petugas dari BPN Purworejo menyebut nilainya yakni Rp 244.772.112.044 atau hampir mencapai Rp 244,8 miliar. Jumlah itu setara dengan 30,07% dari seluruh nilai ganti rugi yang akan dibayarkan pada tahap selanjutnya.

Sugimin (kiri) dan Tukiran dari Kantor BPN Purworejo

Sagimin juga mengungkapkan, dalam proses pencairan tahap kedua ini ada dua orang penerima ganti rugi yang meninggal dunia. Adapun empat orang yang pada tahap sebelumnya tidak bisa datang, diberi kesempatan untuk mengurusnya pada tahap dua ini. Keempat orang tersebut diketahui menjadi tenaga kerja di luar begeri.

Kapolsek Bener AKP Suprihadi yang turut hadir memantau proses pembayaran ganti rugi menghimbau kepada warga agar berhati-hati setelah menerima ganti rugi lahan.

“Jangan mudah terbujuk dengan oknum yang tidak bertanggungjawab. Hati-hati dengan berbagai modus penipuan yang terjadi. Kalau ada yang sekiranya mencurigakan segera laporkan kepada kepala desa atau pihak berwajib,” himbaunya. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *