Event Berjualan di Kodim Mulai 11 September, 100 Jatah Lapak Pedagang Sudah Ludes Dipesan

PURWOREJO, Tanggal 11 September mendatang, area Kodim akan dijadikan lokasi berjualan oleh sekitar 100 pedagang yang ditampung di sana. Mereka akan berjualan mulai pukul 06.00 hingga 11.00. Meski kegiatan belum dimulai, namun antusiasme para pelaku usaha sangat tinggi. Jatah 100 lapak pedagang yang disediakan sudah habis sejak dua hari lalu.

Kepastian itu disampaikan oleh ketua paguyuban pedagang Minggu pagi Dwi Santoso. Saat ditemui Purworejo News di TBA pada Sabtu (3/9) pagi, Dwi mengungkapkan bahwa kuota lapak berukuran 3×3 di Kodim sudah penuh.

“Itu karena sejak Agustus lalu para pedagang sudah mulai mendaftar ke saya, baik bertemu di sini (TBA) maupun ke rumah di Kampung Sebomenggalan RT 1 RW 9,” kata Dwi yang sehari-hari berjualan bubur dan soto di TBA itu.

Menurutnya kalau dituruti ada sekitar 500 pedagang ingin ikut dalam helatan jualan Minggu pagi yang konon akan diberi nama Romansa Pekan Raya (RPR) itu. Bahkan pada Sabtu pagi itu pun Dwi masih banyak dicari oleh pihak yang ingin bisa bergabung dalam kegiatan tersebut.

Dwi Santoso, ketua paguyuban pedagang lapak Purworejo

Salah satunya Arum yang sebelumnya berjualan es krim di area berjualan alun-alun dan sepanjang Mayjen Sutoyo. “Saya kira karena dulu pernah berjualan terus sudah otomatis didaftar, ternyata ndak,” kata Arum dengan nada kecewa.

Dwi menjelaskan, dalam RPR itu, setiap pedagang akan mendapatkan jatah lapak bertenda dengan ukuran 3×3 meter. “Uang retribusi sebesar Rp 20 ribu, rinciannya Rp 15 ribu disetor ke Kodim dan sisanya untuk uang kebersihan,” jelas Dwi.

Para pedagang yang akan menempati lapak, kata Dwi, tidak hanya kuliner saja, melainkan berbagai produk seperti pakaian, aksesoris, kebutuhan rumah tangga, dan juga makanan ringan.

Meski kuota sudah habis, kepada para pedagang yang ingin bisa berjualan di area tersebut Dwi menyarankan agar mereka bisa datang ke lokasi RPR pada tanggal 11 September mendatang. “Silakan datang sambil melihat-lihat, barangkali masih ada pelapak yang tempatnya bisa dishare, nanti kalau memungkinkan bisa menghubungi saya biar dirembug,” kata Dwi memberi solusi.

Beberapa calon pelapak yang mendatangi Dwi di TBA

Selain 100 lapak yang disediakan, ada juga beberapa stan khusus yang disediakan oleh pihak event organizer (EO) Akas Production. Saat dikonfirmasi, Henny Devianti, ketua Akas Production menjelaskan, pihaknya berupaya mengakomodir keinginan untuk mewujudkan kegiatan secara profesional.

“Tujuannya adalah mengadakan kegiatan yang memiliki kesan rapi, bersih, serta nyaman bagi pengunjung maupun pedagang. Didampingi itu yang utama adalah menjaga nama baik Kodim 0708,” kata Heni.

Untuk itu, lanjutnya, semua pelapak yang dihandel oleh paguyuban akan diberi tenda yang sama. Pihaknya sama sekali tidak memungut biaya dari paguyuban pedagang. “Yang kami upayakan dalam menjalankan operasional RPR yakni dengan menempatkan area stand sponsor,” ucapnya.

Mengenai jumlah stand sponsor, Heni menyebut berkisar 20 hingga 25. Adapun untuk harga masing-masing stand Heni belum bisa menyebutkan angkanya. “Karena masih harus menyesuaikan dengan RAB-nya. Nanti kalau sudah ada kepastian akan kami kabari,” jelas Heni.

Tinggalkan Komentar