Enam Bulan Terakhir, Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Tembus Rp 3 M

PURWOREJO, Terhitung sejak Januari – Juni 2019 tunggakan pajak kendaraan bermotor yang belum dibayar oleh wajib pajak sebesar Rp 3,2 miliar. Demikian dikatakan Kepala Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Provinsi Jawa Tengah, Ollix Hendrarjanto, SH didampingi Irawan, Staf Retribusi Pendapatan Lain-lain dan Penagihan, di ruang kerjanya Senin (8/7).

Menurut Ollix, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Diantaranya dengan jemput bola, publikasi melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan twiter.

“Sejauh ini respon masyarakat cukup bagus, bahkan banyak yang menanyakan permasalah seputar pajak kendaraan bermotor,” kata Ollyx.

Disebutkan, untuk upaya jemput bola penagihan langsung door to door pihaknya bekerjasama dengan FKPPI dan Kantor Pos. Dari upaya tersebut berhasil menagih sebesar Rp 1,4 miliar atau 45,67 persen.

Selain itu, tutur Ollix, juga menggelar operasi gabungan bersama kepolisian 4 kali sebulan. Dari operasi gabungan hasilnya cukup lumayan, dalam sekali kegiatan pemasukan rata-rata Rp 5 juta.

Lanjut Ollix, bagi wajib yang sudah jatuh tempo maupun terlambat saat terkena razia gabungan justru merespon positif lantaran mereka tidak perlu antri dan persyaratannya dipermudah.

“Kesimpulannya bagi wajib pajak yang tidak atau belum membayar bukan semata karena alasan uang, tapi kendaraan sudah dijual atau pindah tangan,” ujar Ollix.

Karena itu, untuk memudahkan layanan sebenarnya pihaknya sudah membuka Samsat Paten di sejumlah kecamatan.

“Misalnya untuk wilayah Kecamatan Pituruh, Bruno dan Butuh bisa membayar di Samsat Paten Pituruh, dan untuk Kecamatan Bener, Loano dan Gebang bisa bayar di Samsat Paten Bener,” terang Ollix.

Ollix juga menyebut para wajib pajak kendaraan bermotor bisa membayar di Alfamart, Indomaret dan secara online melalui aplikasi Sakpole. Namun demikian semua dibutuhkan kesadaran dari wajib pajak itu sendiri. (W5)

One comment

  1. Mungkin belum pada punya uang kali? Mengingat memiliki kendaraan khususnya roda dua saat ini ada sebagain masyarakat merupakan kebutuhan primer untuk bekerja yang bukan untuk gaya hidup semata

Tinggalkan Komentar