Embung Kalimasada Semawung, Wahana Memancing Plus Wisata Murah Meriah

PURWOREJO, Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, sejak sembilan bulan lalu memiliki destinasi wisata berupa embung atau kolam penampungan air yang diberi nama Embung Kalimasada. Lokasinya sekitar 7 Km dari kota Purworejo. Embung tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Bila ditempuh menggunakan mobil atau motor sekitar 15 menit. Untuk memudahkan menemukan lokasinya, Anda dapat menggunakan google map sebagai petunjuk arah.

Ketua BUMDes Semawung, Pitoyo, S.Pd kepada Purworejo News mengatakan, di area seluas sekitar 3.000 m2, selain terdapat embung dengan kedalaman 1,5 meter dan luas 2.100 m2 yang berisi ikan bawal, juga ada empat gazebo untuk bersantai.

“Untuk yang hobi mancing, kami sediakan 15 saung sebagai tempat berteduh selama memancing. Selain itu ada pendopo yang bisa digunakan untuk berkumpul berkapasitas maksimal 50 orang,” kata Pipit, Minggu (26/9).

Mancing ikan bawal sambil menikmati panorama indah di sekitar embung

Disebutkan, embung Kalimasada buka setiap hari kecuali Senin. “Khusus untuk pemancingan ikan bawal mulai dibuka pukul 14.00 hingga 24.00,” lanjut Pipit. Menurut nya, setiap pemancing dikenakan tarif Rp 20.000 dengan durasi hingga delapan jam.

“Bila ada empat pemancing, kami beri fasilitas tambahan berupa ikan bawal berat 2 kg yang kami masukkan ke embung. Ikan yang sudah dipancing boleh dibawa pulang atau dijual kepada kami,” jelas Pipit. Setiap 1 kg ikan dihargai Rp 30.000.

Meski begitu, Anda yang tidak hobi memancing bisa sekedar berkunjung untuk melepas penat dengan menikmati view perbukitan Menoreh serta hamparan sawah di empat gazebo yang tersedia secara gratis karena tidak ada tiket masuk.

Sambil menikmati semilirnya angin, Anda dapat memesan makanan ringan dan minuman hangat atau dingin sesuai selera di satu-satunya kedai yang menyatu dengan pendopo untuk pertemuan.

Pitoyo, ketua BUMDes

Menunya, berupa makanan ringan seperti mendoan, mie rebus atau goreng serta aneka minuman hangat atau dingin.

Bagi yang ingin mengadakan acara pertemuan di sana, pihak pengelola menyediakan tempat gratis dengan catatan menu makanan pesan di tempat.

Sebagai gambaran, menu untuk bebakaran plus sayur dibandrol Rp 25.000.

“Tapi harus rikues dulu minimal H-1,” ucap Pipit. Pihaknya juga menyediakan fasilitas berupa sound system yang cukup representatif.

Samud Purnomo, kades Semawung

Mengunjungi Embung Kalimasada di malam hari, selain disuguhi hamparan perbukitan Menoreh, Anda juga dapat melihat view gemerlap lampu yang berada di bawah kaki Gunung Sumbing.

“Di sini lampu penerang pada malam hari cukup memadai,” imbuh Pipit.

Kepala Desa Semawung, Samud Purnomo saat ditemui mengatakan, semula embung dibangun untuk mencukupi kebutuhan irigasi petani di musim tanam 2 atau saat kemarau yang sering kekurangan air.

“Kami mengajukan dana ke Kemendes dan mendapatkan dana senilai Rp 270 juta. Tapi ternyata dananya masih kurang. Akhirnya kami menjual aset desa dan mendapat tambahan modal sekitar Rp 100 juta. Jadilah embung ini pada tahun 2018,” papar Samud.

Seorang pengunjung memancing dari bawah saung yang sejuk

Selain untuk irigasi, di luar masa tanam 2, embung ini digunakan untuk kolam pemancingan yang dapat menambah pendapatan warga desa.

“Embung wisata ini tujuannya untuk meningkatkan ekonomi warga,” katanya.

Saat ini sarpras yang tersedia memang baru sebatas mushola dan toilet, serta lahan parkir yang cukup luas untuk menampung mobil dan motor.

Anda yang penasaran, silakan berkunjung pada sore atau malam hari untuk menikmati tempat wisata yang tidak perlu jauh dan merogeh kocek cukup dalam. (Dia)

 3,090 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

2 comments

  1. Alhamdulillah
    Apik mas,mempermudah dan menambah perekonomian desa
    Mas pipit ana sik takon IG nya
    Coba dikirim ke aku
    Nko tak sebar ke kancaku Jakarta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *