Edarkan Uang Palsu, Warga Kaligesing Ditangkap Polres Purworejo

PURWOREJO, Polres Purworejo berhasil menangkap AA (24) warga Desa Hardimulyo Kecamatan Kaligesing yang menjadi pelaku pengedar uang palsu. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak dua lembar dan Rp 50.000 sebanyak empat lembar yang hendak diedarkan di masyarakat.

Dalam rilis yang disampaikan pada Minggu (21/8), Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Ryan Eka Cahya menyebutkan, penangkapan AA yang dilakukan pada Kamis (11/8) berawal dari hasil penyelidikan petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Telah diketahui adanya seseorang yang menguasai dan mengedarkan uang atau rupiah palsu di wilayah Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing,” kata Kasat Reskrim AKP Ryan.

Setelah diketahui identitas tersangka, lanjutnya, kemudian dilakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka yang selanjutnya diringkus di rumahnya.

Pada saat penangkapan, tersangka kedapatan masih menyimpan dan membawa uang palsu yang disimpan di sebuah tas warna biru. Tas tersebut diletakkan di dalam jok sepeda motor milik tersangka.

Foto ilustrasi

“Dari hasil interogasi awal tersangka mengakui telah menguasai atau membawa uang palsu dan digunakan untuk membeli barang di wilayah Purworejo,” ungkap Kasat Reskrim.

Dijelaskan, motif tersangka ingin mendapatkan uang yang lebih banyak dengan cara membeli uang atau rupiah palsu tersebut melalui grup facebook jual beli uang palsu.

Selanjutnya tersangka membeli uang palau menggunakan uang atau rupiah asli sebesar Rp 400.000 dan mendapatkan uang atau rupiah palsu sebesar Rp 800.000. Oleh AA uang palsu tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari .

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang RI nomor 7/2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 50.000.000.

Terkait kasus tersebut Ryan berpesan agar masyarakat waspada dengan peredaran uang palsu, terutama dengan uang kertas pecahan Rp 100 ribu maupun Rp 50 ribu. “Harus dipastikan bahwa uang yang diterima benar-benar asli menggunakan alat deteksi keaslian uang kertas atau memahami ciri-ciri yang asli,” tutupnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar