Dua Tahun Tertunda, Puluhan Calon Jamaah Umrah Purworejo Akhirnya Bisa Berangkat

PURWOREJO, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besarnya yang diterima oleh Menlu RI secara resmi telah mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah dari Indonesia dalam jangka waktu dekat.

Terkait dengan hal tersebut, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI menyampaikan pemberitahuan untuk para pemimpin penyelenggara perjalanan ibadah umrah se-Indonesia.

Kepada Purworejo News, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Purworejo Drs H Harwal Masyhuda menyebutkan, dalam surat yang disampaikan hari ini, Senin (11/10) disebutkan agar mereka melakukan beberapa hal.

“Yakni menyiapkan keberangkatan jamaah khususnya yang telah mendaftar dan membayar biaya umrah tapi tertunda. Juga melakukan pendataan terkait pelaksanaan vaksinasi dosis lengkap sebagai persyaratan,” kata Harwal saat dihubungi.

Syaeful Bahri dan jamaah umrohnya

Selain itu, lanjut Harwal, pihak penyelenggara perjalanan umrah juga diminta untuk melaporkan data jamaah yang telah divaksin lengkap dan siap berangkat.

Terakhir, yakni melaporkan data jamaah tertunda yang membatalkan atau menarik biaya perjalanan umrah. “Semuanya disampaikan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI untuk segera ditindaklanjuti,” lanjut Harwal.

Hal itu menjadi berita gembira bagi agen penyelenggara perjalananan haji dan umrah di Indonesia dan juga calon jamaah yang tertunda perjalanan umrahnya selama hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Salah satunya Syaiful Bahri, penyelenggara umrah haji Dream Tour Grup yang melayani perjalanan haji dan umrah. Dihubungi melalui telepon, Syaiful mengatakan, dirinya menyambut gembira kebijakan yang diambil pemerintah Arab Saudi tersebut.

Tugiran, alhamdulillah akhirnya berangkat

Meski demikian pihaknya berharap agar pemerintah menghapuskan kebijakan karantina lima hari setelah umrah. “Ini hanya menguntungkan pihak hotel, karena biayanya mencapai Rp 5 juta untuk keperluan karantina tersebut,” ucapnya.

Di Purworejo, kata Syaiful, ada sekitar 80 jamaah umrah dari jumlah sekitar 3.500 jamaah umrah yang tertunda. Pihaknya pun sudah siap untuk menyampaikan data sesuai yang diminta oleh pemerintah.

Salah satu calon jamaah umrah, Tugiran (54) mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, setelah tertunda dua tahun akhirnya bisa berangkat,” kata warga Desa Sidorejo itu kepada Purworejo News, Senin (11/10).

Terkait vaksin yang menjadi syarat mutlak, Tugiran mengaku, dirinya sudah divaksin lengkap yakni Sinovac. Kalaupun harus divaksin kembali untuk booster, Tugiran mengaku siap. “Saya manut, yang penting bisa berangkat umrah,” tandasnya. (Dia)

 530 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *