Dua Remaja Pengunggah Video Penistaan Agama di Purworejo Dijadikan Tersangka

PURWOREJO, Tri Purwoko alias Cokro warga Kampung Senepo Krajan II Rt 003 Rw 007 Kelurahan Kutoarjo dan Desi Heniarti alias Lala yang tinggal di Dukuh Bleber Rt 02/02 Desa Sambeng Kecamatan Bayan harus berurusan dengan pihak berwajib gara-gara mengunggah konten video penistaan agama. Akibat keisengan yang ditimbulkan, keduanya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam rilis yang digelar Polres Purworejo pada Jumat (29/7), Kapolres Purworejo melalui Kasi Humas Juni Munasony menjelaskan kronologi kejadian. Sony menjelaskan, pada hari Sabtu, (16/7) petang, Cokro dan Lala membuat tiga buah konten.

“Adegan pertama dilakukan oleh tersangka dengan menggunakan peci warna putih bertuliskan Daruttauhid, berkacamata sambil mengangguk-anggukkan kepala dengan posisi tangan kanan memegang telinga sebelah kanan dan menyampaikan kalimat Allahoaxber Allahoaxber… Astagfirullah Robbal Baroya,” kata Sony.

Adegan kedua, memakai peci yang sama dengan celana pendek, sedangkan Lala mengenakan baju lengan panjang, sambil seolah-olah berdakwah dengan menyebut kalimat suci sambil tertawa-tawa.

Sslah satu rekaman video yang diunggah pelaku

Lalu pada adegan ketiga, Lala memakai mukena sambil merapatkan kedua tangan didepan sambil mengatakan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, lalu tertawa-ketawa dan bergoyang-goyang ke kanan dan kiri, disaksikan oleh teman- temannya.

Ketiga video tersebut kemudian diunggah di status WA dan ditonton oleh salah satu santri ponpes Daruttahid yang kemudian pada hari Selasa (26/7) melaporkan ke Polres. Atas laporan tersebut polisi kemudian melakukan penangkapan di rumah kos pelaku.

Dalam gelar perkara, polisi mengamankan barang bukti berupa peci warna putih bertuliskan huruf Arab, kacamata hitam, mukena warna putih, baju cardigan warna abu-abu, serta Iphone 12 Pro Max warna biru yang digunakan untuk merekam video.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 156 a KUHP dan 156 a juncto 155 KUHP dengan hukuman selama-lamanya lima tahun. (Dia)

Tinggalkan Komentar